Borong Tiga Emas, Eko Pecahkan Rekor Dunia

10

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

JAKARTA – Eko Yuli Irawan menunjukkan kapasitasnya sebagai lifter andalan Indonesia. Performanya terus melesat dan tak terbendung.

Setelah berjaya di Asian Games, lelaki 29 tahun itu pun mampu memborong tiga medali emas di Kejuaraan Dunia Angkat Besi di Ashgabat, Turkmenistan. Tak hanya itu, rekor dunia pun mampu ditorehkannya.

Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Erick Thohir dibuat takjub. Eks bos Inter Milan itu memuji sprit dan mental juara Eko.

“Jarang sekali, seorang lifter bisa mencapai dua kali penampilan puncak dalam waktu berdekatan. Lihat saja, Eko baru saja meraih medali emas di Asian Games, dan dalam jeda kurang lebih dua bulan, ia langsung bisa juara dunia. Itupun dengan angkatan yang lebih baik ketimbang di Asian Games 2018,” ujar Erick, di Jakarta, Minggu, (4/11).

Jika performa itu terus dipertahankan, kata dia, maka nama Eko bisa melegenda. Semangat juangnya semestinya mengilhami para lifter muda.

Erick pun berharap pada Kejuaraan Dunia Angkat Besi yang masih berlangsung dan berakhir 10 November nanti, kiprah lifter Indonesia mampu mencetak medali.

“Bukan hanya Eko, tetapi juga atlet lainnya. Semoga mereka bisa mampu menunjukkan kemampuan terbaiknya di ajang itu,” ungkapnya.

Eko sendiri sukses merebut tiga emas usai mampu menghasilkan angkatan terbaik pada tiga kelas berbeda. Masing-masing di angkatan snatch, 143 kg; clean and jerk,174 kg; serta dikategori total angkatan,317 kg. Berkat prestasinya, Eko juga memecahkan dua rekor dunia di angkatan clean and jerk dan total angkatan.

“Dalam kesempatan ini, saya juga mengucapkan selamat kepada pengurus PB PABBSI, di bawah komando, Rosan Roeslani yang konsisten dalam membina cabang angkat besi sebagai cabang langganan bertanding dan berprestasi di Olimpiade,” terang Erick.

Eko pun mengaku bersyukur dengan hasil yang diraih. Baginya, tak ada kerja keras yang sia-sia. Konsistensi dan semangat menjadi kunci dirinya mampu tampil oke di ajang tersebut.

“Semoga ini bisa semakin melecut semangat saya untuk terus berprestasi dan membuat negara ini bangga,” tandas lelaki 29 tahun itu.

Eko merupakan bagian dari 11 lifter Indonesia yang tengah bertanding di Ashgabat yang juga menjadi ajang kualifikasi cabang angkat besi menuju Olimpiade Tokyo 2020.

Dengan sistem poin yang digunakan di kejuaraan ini untuk menentukan berapa kuota yang diperoleh setiap kontingen, maka medali emas yang dipersembahkan Eko menjadi salah satu  jaminan akan dikantonginya tiket ke ajang multi event dunia tersebut.

(rdi/fin)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.