Bos Pabrik Pil PCC di Kawalu Kota Tasik Dituntut Hukuman Mati

742
0

TASIK – Masih ingat kasus terbongkarnya pabrik narkoba jenis PCCC di wilayah Kecamatan Kawalu pada 27 November 2019?. Ya kasus tersebut kini terus berlanjut, otak kejahatan dari pelaku produksi ribuan pil haram itu dituntut hukuman mati jaksa penuntut umum.

Ada lima terdakwa dalam kasus tersebut yakni Yohan Elfian Juhermawan (27), Muhamad Joko Pamungkas (25), Agus Munajat (57), Eri Choerudin (24) dan Deni Primadani (25). Kelimanya dituntut untuk mendapat hukuman bervariasi dalam berkas perkara yang terpisah.

Baca juga : Aneh, Sidang Kasus Besar Pabrik Pil PCC di Pengadilan Tasik Dilarang Diabadikan Kamera

Yohan didakwa dengan pasal 113 ayat 2 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Tidak tanggung-tanggung, Jaksa mengajukan tuntutan hukuman mati kepada pemuda tersebut.

Untuk Agus Munajat, Eri Choerudin dan Deni Primadani dijerat dengan undang-undang yang sama. Hanya saja Jaksa mengajukan tuntutan hukuman penjara seumur hidup untuk ketiga terdakwa.

Terakhir yakni Muhamad Joko Pamungkas yang mendapat tuntutan paling ringan di antara terdakwa lainnya. Jaksa mengajukan tuntutan penjara 20 tahun disertai denda Rp 1 miliar dengan subsider tambahan kurungan 1 tahun.

Ketua Kejaksaan Negeri Kota Tasikmalaya Lila Agustina SH MH mengatakan perbedaan tuntutan untuk kelima terdakwa didasari pertimbangan peran mereka. Seperti halnya Joko dituntut lebih ringan karena hanya berperan sebagai satpam di pabrik tersebut. “Yang membedakan itu peranan mereka,” katanya.

Disinggung tuntutan hukuman mati untuk Yohan, kata Lila, menurutnya hal itu terbilang layak. Pasalnya, dia berperan sebagai otak dari produksi PCC skala besar dengan jaringan internasional itu. ”Untuk Yohan bahkan tidak ada hal yang meringankan untuknya,” terang dia.

Baca juga : Pil PCC Buatan Pabrik Sumpit Kawalu Kota Tasik Bisa Bikin Orang tak Waras

Sejauh ini, kejaksaan tidak mendapat kendala terkait proses hukum kasus yang diungkap BNN Pusat tersebut. Pasalnya, dalam agenda pemeriksaan saksi sebelumnya semua pernyataannya sesuai dengan Berita Acara Pemeriksaan (BAP). “Semua berjalan normal, bahkan meskipun sidang melalui video konferensi pun bisa terlaksana dengan lancar,” tuturnya.

Disinggung soal proses pengusutan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dalam kasus PCC ini, pihaknya belum mendapat kelanjutan. Sehingga belum bisa dipastikan prosesnya akan dilimpahkan ke daerah atau tidak. “Sejauh ini kami belum ada arahan dari Kejaksaan Agung,” katanya.

Sementara itu, kuasa hukum kelima terdakwa, Mochammad Ismail SH MH mengaku kaget dengan tuntutan untuk Yohan. Dia tidak menyangka Jaksa akan mengajukan hukuman mati. “Terdakwa juga tadi raut wajahnya terlihat tak percaya, karena tuntutannya bukan main,” ujarnya.

Namun demikian, dia belum bisa memberikan banyak komentar menanggapi tuntutan-tuntutan dari Jaksa. Namun, pihaknya cukup berat untuk langsung menerima begitu saja. “Sebagaimana pengajuan ke majelis hakim, kami minta waktu 2 minggu untuk menyusun pembelaan,” pungkasnya.

Baca juga : 5 Pemilik Pabrik Pil PCC di Kawalu Kota Tasik Terancam Hukum Mati, Berkas Kasusnya Masuk Kejaksaan

Kasus tersebut sempat mengegerkan publik Tasikmalaya, dimana BNN membongkar pabrik narkoba jenis PCC berkedok industri sumpit dan tusuk sate di wilayah Kecamatan Kawalu.

Selain hasil penggerebekan di lokasi, beberapa pelaku diamankan di wilayah Kebumen dan Cilacap. Dari para pelaku petugas mengamankan 2 juta butir pil PCC siap edar ditambah bahan serta peralatan produksi. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.