BPBD, TNI dan Polisi Evakuasi Material Longsoran yang Timpa Rumah RT Cipedes Kota Tasik

47
0

KOTA TASIK – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tasikmalaya bersama TNI Koramil Cipedes serta Polsek Indihiang melakukan evakuasi material longsoran pasca terjadi bencana di Kampung Karangresik, RT 02, RW 10, Kelurahan Sukamanah, Kecamatan Cipedes, Kamis (9/1) Siang.

Longsor ini terjadi Selasa (7/1) kemarin sekitar pukul 17.00 WIB.

Informasi yang radartasikmalaya.com himpun di lokasi yang longsor ini adalah Tembok Penahan Tebing (TPT) dan merusak 1 unit bangunan rumah milik pasangan Dian Darliana (45) dan Sri Sulastri (35). Dian adalah ketua RT setempat.

Kepala BPBD Kota Tasik, Ucu Anwar mengatakan, apa yang dilakukan pihaknya bersama TNI dan Polisi ini adalah salah satu bentuk sinergitas dalam penanganan kebencanaan.

“Setelah kami mendapatkan informasi, kami bersama-sama dengan respon time 15 menit sudah dilokasi, dan kini melakukan langkah evakuasi serta antispasi jika terjadi longsor susulan,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com di lokasi kejadian.

“Jadi saat kami di lokasi kemarin langsung melakukan langkah assesment (proses penelusuran bukti kejadi) juga merencanakan langkah evakuasi serta antisipasinya. Dan Alhamdulillah assesment ini disambut baik Pak Danramil (Kapten Czi Doddi, Red) dan Polsek,” sambungnya.

Dengan sinergitas ini, tambah dia, pihaknya memberikan layanan terbaik serta rasa nyaman dan aman kepada masyarakat bahwa kejadian bencana ini tak dapat ditunda penanganan evakuasinya.

“Maka tanpa pikir panjang, kami sepakat untuk melakukan evakuasi ini dan penanganannya,” tambahnya.

Jelas dia, pihaknya melakukan pembersihan puing-puing longsor karena menutupi saluran air yang mengairi kolam warga serta air bersih ke rumah-rumah penduduk sekitar lokasi kejadian.

“Dan kami akan lakukan pembronjongan agar memberikan rasa aman. Jadi ketika hujan turun tak terjadi lagi longsor susulan dan kita tutupi dengan terpal sementara,” jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Dian Darliana (45), korban longsor mengatakan, tebing TPT ini longsor saat diguyur hujan deras Selasa Sore kemarin. Tinggi TPT itu sekitar 7 meter.

Dia tak menyangka rumahnya hancur ikut tergerus tanah longsor tersebut. Kini kondisi rumahnya tinggal sebagian saja yang masih utuh.

“Rumah kami bagian belakangnya hancur setelah terbawa longsor tebing. Untungnya keluarga saya saat kejadian sedang di ruangan depan, sehingga selamat semua,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (8/1) Siang.

Terang dia, tanah TPT yang longsor itu tepat berada di belakang rumahnya. Kodisinya memang sudah labil akibat kemarau yang lalu. Sehingga ketika diguyur hujan terus-menerus TPT langsung longsor.

“Tanahnya labil jadi langsung ambrol. Awalnya memang kirmir dulu (yang longsor, Red) kemudian semuanya. Saat kejadia penghuni lagi di bagian depan. Awalnya terdengar suara kresek-kresek, eh ternyata TPT-nya longsor,” terangnya.

Selain rumahnya, tambah dia, ada beberapa rumah tetangganya terancam longsor susulan karena tanah TPT tersebut labil.

“Warga berharap pemerintah dapat membantu kami dengan memasang beronjong atau membuat kirmir lagi. Agar bisa menahan tebing supaya tak ambrol,” harapnya.

(rezza rizaldi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.