BPJS Garut Serahkan Santunan JKM Kepada 3 Ahli Waris

19
0
SIMBOLIS. Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Garut Widya Satriyanto menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan di Aula Bappeda Senin (8/2/2021). Soni tarsoni / rakyat garut
Loading...

TAROGONG KIDUL – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Cabang Garut menyerahkan santunan Jaminan Kematian (JKM) kepada tiga ahli waris peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan.

Santunan diserahkan Bupati Garut Garut H Rudy Gunawan di Aula Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Senin (8/2/2021).

Kepala BPJS Ketenagakerjaan Cabang Garut Widya Satriyanto mengatakan santunan Jaminan Kematian itu diserahakan kepada ahli waris Ade Tedi Rosnan, tenaga kerja non aparatur sipil negara (ASN) dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Garut dan ahli waris Yaya, tenaga kerja dari Koperasi Marga Ikhtias Dinas Perhubungan Kabupaten Garut. Masing-masing sebesar Rp 42 juta.

Sementara ahli waris Asep Irfan Yusup, tenaga kerja Bank Intan Jabar (BIJ) Garut sebesar Rp 74.926.230. Jumlahnya lebih besar karena selain Jaminan Kematian, Bank BIJ juga mengikuti program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Hari Tua (JHT) dan Jaminan Pensiun (JP) berkala.

“Jadi Bank BIJ ikut program lengkap. Kita bayarkan pada hari ini (8/2/2021) untuk Jaminan Kematian dan Jaminan Hari Tua-nya dan segera juga kita bayarkan untuk Jaminan Pensiun-nya itu secara berkala,” ujarnya.

loading...

Baca juga : SADIS.. Weni Tania Dicekik, Saat Sekarat Anusnya Ditusuk Bambu oleh Pacarnya di Muncanglega Garut

Sedangkan untuk penerima manfaat beasiswa, kata dia, ketika peserta yang meninggal telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan minimal tiga tahun. “Beasiswa kita bayarkan untuk anak ahli waris sebanyak dua orang yang jadi dari penerima manfaat, mulai dari TK sampai perguruan tinggi setara S1,” tuturnya.

Ia berharap manfaat program BPJS Ketenagakerjaan dirasakan masyarakat dan dapat diikuti seluruh pekerja di Kabupaten Garut, khususnya non ASN (aparatur sipil negara). “Jangan ragu lagi untuk ikut program BPJS Ketenagakerjaan, apalagi sudah didukung perbup,” katanya.

Bupati Kabupaten Garut H Rudy Gunawan mengatakan semua santunan tersebut difasiltasi Peraturan Bupati (Perbup) Nomor 35 Tahun 2020 Tentang Kepesertaan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan. Ia menegaskan seluruh Tenaga Kerja Kontrak (TKK) diikutkan program BPJS Ketenagakerjaan.

Semua tanggungan dibayar oleh Pemerintah Kabupaten Garut. “TKK semua ikut menjadi peserta BPJS dan biaya preminya dibayar sama pemda,” katanya. (son)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.