BPJS Mobile di Kota Banjar Antisipasi Kerumunan saat Berobat

43
0
WORKSHOP. Perwakilan media di Kota Banjar saat mengikuti workshop dan anugerah lomba jurnalistik BPJS Kesehatan secara virtual di kantor BPJS Kesehatan Cabang Banjar Jumat (23/10). BPJS Kesehatan memberikan kemudahan dengan fasilitas antrean online. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya
WORKSHOP. Perwakilan media di Kota Banjar saat mengikuti workshop dan anugerah lomba jurnalistik BPJS Kesehatan secara virtual di kantor BPJS Kesehatan Cabang Banjar Jumat (23/10). BPJS Kesehatan memberikan kemudahan dengan fasilitas antrean online. Anto Sugiarto / Radar Tasikmalaya

BANJAR – Masyarakat atau peserta JKN yang akan melakukan pemeriksaan di fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) tidak perlu antre lagi. Peserta cukup membuka aplikasi BPJS Mobile dan terdapat menu fasilitas antrean online.

“Fasilitas antrean online ini menghindari terjadinya kerumunan peserta yang hendak berobat ke FKTP,” ujar Kepala Cabang BPJS Kesehatan Banjar Idham Khalid melalui Kabid Perluasan, Pengawasan dan Pemeriksaan Peserta Indra Agustian kepada wartawan, Jumat (23/10) seusai kegiatan media workshop dan anugerah lomba karya jurnalistik BPJS Kesehatan secara virtual Jumat (23/10).

Dia menjelaskan masyarakat tidak perlu lama lagi mengantre. Cukup dengan membuka aplikasi bisa langsung daftar. Dengan begitu, ketika sampai di FKTP, tidak menunggu lama.

Baca juga : 7 Orang di Kota Banjar Positif Corona, 5 dari Keluarga Penjual Kelontongan di Muktisari

Tujuan dibuatnya fasilitas antrean online guna meminimalisir terjadinya kerumunan di masa pandemi Covid-19. “Maka dari itu hadirkan fasilitas ini, yang langsung terkoneksi ke FKTP yang sudah menjadi mitra BPJS Kesehatan. Dengan begitu, masyarakat pun aman saat melakukan pemeriksaan kesehatan,” ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, ada juga fasilitas konsultasi dokter. Dimana masyarakat atau peserta yang mengeluhkan sakit bisa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter melalui aplikasi. Dokter akan menjelaskan setiap keluhan yang disampaikan pasiennya. Dengan begitu, pemeriksaan kesehatan bisa lebih terkontrol tanpa perlu keluar rumah di masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, dia menyebut hingga kemarin, masih terdapat 55 badan usaha yang masih menunggak membayar iuran. Dengan total tagihan sebesar Rp 416,52 juta di tiga wilayah.

“Kabupaten Ciamis 19 badan usaha dengan tunggakan Rp 201.678.150. Kabupaten Pangandaran 26 badan usaha tunggakan Rp 75.331.382 dan Kota Banjar 10 badan usaha tunggakan Rp 139.506.028. Kita berharap mereka bisa membayar tunggakan agar pelayanan tetap berjalan,” pungkasnya. (nto)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.