BPPKAD Bidik PAD dari Parkir Khusus

30
0

BANJAR – Delapan titik parkir khusus diproyeksikan bisa menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD). Parkir khusus itu diantaranya di RSUD Kota Banjar, RS Mitra Idaman, Stasiun PT KAI dan beberapa pusat perbelanjaan.

Menurut Kepala Bidang Pendapatan BPPKAD Kota Banjar Fauzi Efendi, parkir khusus bisa ditarik pajaknya berdasar pada Perda Penyelenggaraan Parkir yang sudah rampung 19 September 2019.

“Dasar hukum untuk memungut pajak parkir khusus sudah ada, yakni Perda Penyelenggaraan Parkir. Kita tinggal menunggu perwal-nya sedang dikaji. Perwal itu akan mengatur soal besaran nilai retribusi parkir khusus,” kata Fauzi di ruang kerjanya Selasa (7/1).

Ia menjelaskan selama ini parkir khusus di luar ruang milik jalan tidak bisa dipungut karena belum ada dasar hukumnya yang kuat berupa perda. Sehingga PAD dari parkir masih stagnan.

“Mudah-mudahan setelah adanya Perda Penyelenggaraan Parkir ini, parkir khusus bisa menyumbang untuk PAD Kota Banjar. Saya belum bisa memprediksi besaran nilainya berapa, namun yang pasti akan lumayan lah untuk menambah pendapatan daerah,” ujarnya.

Secara teknis kata dia, dalam perda diatur besaran nilai pajak parkir khusus sebesar 20 persen dari pendapatan. Besaran itu diakumulasi selama satu tahun.

“Kemudian Parkir khusus juga tekhnisnya bisa diselenggarakan oleh pihak pemilik perusahaan sendiri atau dikerjasamakan dengan pihak ketiga. Contoh RS Mitra Idaman, itu kan lahan parkirnya sewa dari orang. Nah pihak Mitra Idaman harus memiliki MoU dulu dengan pemilik lahan, baru dia bisa bekerja sama dengan pihak ketiga untuk pengelolaan parkirnya,” kata Fauzi. (cep)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.