BPPLN Dikti Cetak 2.927 Dosen S3

109
0

JAKARTA – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mencatat, setidaknya ada 2.927 alumni Beasiswa Pendidikan Pascasarjana Luar Negeri (BPPLN) yang telah lulus dari berbagai perguruan tinggi terbaik dunia.

Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), Ali Ghufron Mukti mengatakan, BPPLN adalah sebagai sarana bagi dosen di Indonesia melanjutkan studi hingga jenjang S3. Hingga tahun ini, program beasiswa tersebut memasuki tahun ke sepuluh.

Adapun negara tujuan studi BPPLN sangat beragam, dari mulai Australia, Selandia Baru, Thailand, Taiwan, Prancis, Inggris, Jerman, Amerika Serikat, dan berbagai negara lainnya.

Bahkan jika dilihat dari perguruan tingginya, banyak yang masuk di kampus kelas dunia. Di antaranya Imperial College London, University of Oxford, Harvard University, hingga Massachusetts Institute of Technology (MIT).

“Total karya siswa BPPLN dari 2008 sampai dengan 2019 sebanyak 4.294 orang. Dari angkatan 2008 sampai dengan 2014, sudah lulus 80,2 persen. Sisanya masih menjalani studi di berbagai negara. Kami pastikan mereka akan kembali,” kata Ghufron, Jumat (22/11).

Ghufron yakin bahwa para alumni BPPLN pasti memiliki keunggulan yang lebih, baik dalam hal penguasaan bahasa Inggris, exposure, strategi dalam metodologi penelitian, manajemen, dan lain sebagainya.

Loading...

“Kelebihan ini didapatkan karena pengalaman studi di luar negeri. Saya juga meminta, ketika kembali Bapak dan Ibu harus menjadi katalisator dalam pembangunan SDM Indonesia,” tutur dia.

Selain itu, Ghufron juga mengapresiasi beberapa alumni BPPLN yang kini sudah menjadi profesor. Kendati demikian, ia selalu mengingatkan bahwa seorang profesor harus tetap produktif menghasilkan karya. “Kemampuan kepemimpinan juga perlu dimiliki oleh para dosen. Mereka tidak hanya unggul di suatu bidang, tetapi juga mampu membawa gerbong sehingga risetnya terus berkembang dan regenerasi ilmuwan tidak putus,” tuturnya.

Untuk ke depan, Ghufron terus mendorong agar pengajuan peserta Beasiswa Pendidikan Pascasarjana di Luar Negeri bisa meningkat. Peningkatan tersebut baru akan dibahas pada 2020. “Paling tidak kita ajukan 2000-an. Sekarang Kementerian baru pada 2020 nanti anggaran akan masih dibahas. Namun, akan terus kita dorong untuk peningkatan pesertanya,” kata dia.

Sebelumnya, British Council, bersama dengan 12 universitas di Inggris, Rabu, 20 November 2019 meluncurkan Beasiswa Great 2020 Indonesia “Study UK Discover You” untuk jenjang Pascasarjana. Terdapat 12 beasiswa yang ditawarkan, dengan total beasiswa untuk Indonesia senilai 130.000 poundsterling.

Kedua belas universitas tersebut yakni University of Bradford, University of Bristol, University of Cambridge, University of Dundee, University of Glasgow, Imperial College London, University of Leeds, University of Nottingham, Nottingham Trent University, Sheffield Hallam University, University of Stirling dan University of York.

Direktur British Council Indonesia, Paul Smith menyampaikan, ini merupakan salah satu upaya untuk membantu pelajar Indonesia yang ingin lanjut studi ke Inggris.

“Indonesia punya pemerintahan baru, menteri baru dan prioritas yang diusung oleh Presiden Jokowi meningkatkan sumber daya manusia. Pak Jokowi ingin perjalanan Indonesia ke depan sukses meningkatkan SDM. Mulai dari keterampilan, pengetahuan, dan kesempatan pendidikan,” kata Paul. (der/fin)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.