BPR KS Kota Tasik Dikepung Brigade Thaliban, Gegara Ini..

16446
8

KOTA TASIK – Ratusan masa Thaliban dan beberapa ormas Islam menduduki kantor BPR KS Cabang Tasikmalaya, Rabu (24/06).

Hal ini merupakan buntut dari penarikan unit yang dilakukan Debt Collector (DC) terhadap mobil operasional pesantren.

Sampai tadi malam, sebagian massa masih standby di halaman kantor lembaga keuangan yang berlokasi di jalan HZ Mustofa itu.

Mereka menuntut mobil yang diambil, bisa dikembalikan.

Ketua Laskar Brigade Thaliban, Ustaz Ucu alias Abu Nazem menjelaskan, hari Senin (22/06) lalu, Ustaz M Irsyad Abdul Malik Aziz dan Ustaz Umar Romeo dari Ponpes Al-Irsyadiyah Paseh hendak mengikuti acara Pesantren di Bandung.

Namun beberapa saat setelah keluar jalan tol, mobil mereka hadang. “Mereka dipepet, ada sekitar 6 atau 7 orang (Debt Collector),” ungkapnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (24/06) malam.

Loading...

Ustaz Irsyad dan Ustaz Romeo dipaksa untuk ikut ke kantor BPR KS Bandung. Mereka pun dipaksa untuk menandatangani dokumen dari pihak Bank. “Mereka dipaksa,” tegasnya.

Sampai malam hari mereka tertahan di kantor tersebut dan akhirnya pulang karena masih ada mobil lain di rombongan mereka.

Informasi kejadian ini pun sampai kepada para laskar Thaliban.

Ustaz Ucu mengatakan pihaknya merasa sakit hati dengan perbuatan DC dan pihak bank.

Menurutnya hal itu sudah sudah melanggar aturan karena disinyalir ada perampasan. “Padahal Kapolri juga sudah melarang,” terangnya.

Hari Selasa (23/06), pihaknya meminta kepada BPR KS cabang Tasikmalaya untuk memfasilitasi pengembalian mobil Innova kuning metalik bernopol Z 1578 LC tersebut.

Namun tidak ada kesimpulan apapun sehingga mereka akhirnya melakukan aksi yang lebih keras dengan menggruduk kantor tersebut.

Polresta Tasikmalaya pun sudah memfasilitasi mediasi untuk memecahkan persoalan ini.

Diharapkan muncul kesepakatan yang sesuai dengan harapan para laskar.

Ada pun tuntutan dari para Laskar, dia meminta kendaraan yang ditarik segera dikembalikan.

Sebagi ganti kerugian moril karena telah menyakiti keluarga pesantren, pihaknya menuntut masalah yang berkaitan dengan mobil itu dibebaskan.

“Karena guru-guru kami sungguh luar biasa dilecehkan,” bebernya.

Ustaz Irsyad AMA menambahkan, kejadian serupa tidak boleh terulang kembali.

Terlebih eksekusi dilakukan oleh orang-orang dari luar daerah.

“Tidak boleh main rampas seenaknya, itu premanisme yang harus diberantas. Apalagi DC itu warga luar Jawa Barat. Jangan seenaknya kepada warga Jawa Barat,” tuturnya.

Sementara itu pihak BPR KS belum bisa dimintai tanggapan atas persoalan ini. Pasalnya tadi malam di kantor tersebut sudah tidak ada pegawai, hanya petugas keamanan saja.

(rangga jatnika, rezza rizaldi)

Baca juga : Kamis Siang, Massa Brigade Thaliban Masih Kepung BPR KS Tasik, OJK Bilang Begini..
Baca juga : Bahaya..! 11 Anak-Anak di Kota Tasik Mati Akibat DBD
Loading...
loading...

8 KOMENTAR

  1. Biasanya ada prosedur yg jelas dari mulai memberikan surat peringatan 1.2.3, seandainya tidak diindahkan baru teguran lisan setelah itu belum ada itikad baik baru di excekusi

  2. Ga akan ada penarikan kalau bayarnya lancar pa ustad.
    kalo punya utang ya dibayar. ga takut apa nanti di akhirat diminta pwrtanggung jawaban atas hutang yg tidak anda bayar?

  3. Hutang disertai bunga itu riba, apalagi kalau tdk mau bayar. amal ibadah yang dilakukan akan menggantung tidak naik ke langit. sebelum hutang dilunasi

  4. Kalau ga nunggak ga akan kejadian,,ditagih banyak dikasih janji² akhirnya pihak ke 3 yang turun baru rame..gamau ditagih jangan ngutang

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.