BPRS Al Madinah Ditarget Rp 2 Miliar

23
LAUNCHING. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman saat meluncurkan pembiayaan program wirausaha baru (Wub) di Kantor BPRS Al Madinah, Senin (3/12).

TAWANG – Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Al Madinah belum memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sesuai harapan. Namun kondisi keuangannya sehat. Para direksi pun harus mencapai target PAD Rp 2 miliar hingga 2022.

Hal tersebut diungkapkan Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang dilaksanakan di Karangresik, Senin (3/11).

Budi juga meminta jajaran direksi terus meningkatkan keuntungan guna menambah kontribusi PAD. Selain itu, kredit-kredit macet harus dituntaskan. Karena, persoalan ini akan menghambat perkembangan usaha. “Masih ada, tapi enggak terlalu banyak,” tuturnya.

Selanjutnya, direksi harus menyedot nasabah dari kalangan aparatur sipil negara (ASN). Karena potensi ASN bisa memberi keuntungan dalam jumlah besar. “Tidak boleh kalah dengan bank lain,” kata Budi.

Di Kantor BPRS Al Madinah, Budi juga melaksanakan launching pembiayaan program wirausaha baru (Wub) yang dihadiri Ketua OJK dan Ketua Kadin Kota Tasikmalaya. Secara simbolis wali kota menyerahkan modal untuk peserta Wub dan menekankan bahwa dana yang diberikan adalah pinjaman. Bukan hibah.

Direktur Utama PT BPRS Al Madinah Tasikmalaya Hj Ida Gandaresmi menerangkan kontribusi PAD untuk pemerintah memang cenderung fluktuatif. Program Wub sendiri tidak memberikan keuntungan untuk menambah PAD. “Kita cari benefit dengan program lain,” tuturnya.

Support dan legal BPRS Al Madinah Moh. Ihsan menambahkan pada 2018 keuntungan yang didapat oleh Al Madinah mencapai Rp 200 juta. Pihaknya juga akan berupaya memenuhi target Rp 2 miliar di 2022. “Tidak mustahil, akan kita upayakan,” tuturnya. (rga)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.