Brainstorming Kembangkan Kreativitas Berpikir Anak

152

DALAM kehidupan ini kreativitas sangat penting. Karena merupakan suatu kemampuan yang sangat berarti dalam proses kehidupan manusia. Kreativitas melahirkan pencipta besar yang mewarnai sejarah kehidupan umat manusia dengan karya-karya spektakulernya. Seperti Bill Gate si raja Microsof, JK Rolling dengan novel Harry Potternya, Andrea Hirata penulis buku best seller Laskar Pelangi, penyanyi dengan suara khas Ebiet G. Ade, pencipta lagu Mely Guslow, seniman musik tiga zaman Titik Puspa, Sutradara penuh bakat Garin Nugroho dan lain-lain.

Kreativitas tidak hanya sekadar keberuntungan tetapi merupakan kerja keras yang disadari. Kegagalan bagi orang yang kreatif hanyalah merupakan variabel pengganggu untuk keberhasilan. Dia akan mencoba lagi, dan mencoba lagi hingga berhasil. Orang yang kreatif menggunakan pengetahuan yang kita semua memilikinya dan membuat lompatan yang memungkinkan, mereka memandang segala sesuatu dengan cara-cara yang baru. Gordon Dryden (2000) dalam buku Revolusi Cara Belajar mengatakan bahwa, “Suatu ide adalah kombinasi baru dari unsur-unsur lama. Tidak ada elemen-elemen baru. Yang ada hanyalah kombinasi-kombinasi baru”.

Menurut Munandar, dalam Juliantine (2009) berdasarkan hasil survei yang dilakukan Indonesian Education Sector Survei Report, dijelaskan bahwa pendidikan di Indonesia menekankan pada keterampilan-keterampilan rutin dan hafalan semata-mata. Anak biasanya tidak didorong mengajukan pertanyaan-pertanyaan dan menggunakan daya imajinasinya, mengajukan masalah-masalah sendiri, mencari jawaban-jawaban terhadap masalah atau menunjukkan banyak inisiatif. Jika hal tersebut dibiarkan, artinya apabila siswa terus dikekang oleh guru dalam proses pembelajaran, dikhawatirkan akan berdampak negatif terhadap pengembangan kreativitas siswa. Padahal kreativitas penting untuk dipupuk dan dikembangkan.

Konsep Kreativitas dan Ciri Kreatif
Semiawan dalam Sujiono (2010:38) berpendapat; “Kreativitas merupakan kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dalam menerapkannya dalam pemecahan masalah:”. Kreativitas memiliki ciri-ciri non aptitude seperti rasa ingin tahu, senang mengajukan pertanyaan, dan selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman baru (Jamaris, 2006:164).

Pada intinya kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahir­kan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan maupun karya nyata, baik dalam bentuk ciri-ciri aptitude maupun non aptitude, baik dalam karya baru maupun kombinasi dengan hal-hal yang sudah ada, yang semuanya itu relatif berbeda dengan apa yang telah ada sebelumnya.

Mengembangkan Kreativitas dengan Metode Brainstorming
Brainstorming adalah sebuah metode untuk mengembangkan ide dalam kelompok. Brainstorming pertama kali dipopulerkan oleh Alex Osborn, seorang eksekutif pemasaran yang ahli dalam pemasaran ide dan gagasan cemerlang pada perusahaan Batten, Barton, Durtisne & Osborn (BBDO) sekitar tahun 1950-an.

Metode pembelajaran brainstorming (curah pendapat) adalah suatu model dalam pembelajaran untuk menghasilkan banyak gagasan dari seluruh siswa dalam kelompok diskusi yang mencoba mengatasi segala hambatan dan kritik. Kegiatan ini mendorong munculnya banyak gagasan, termasuk gagasan yang sembarangan, kurang masuk akal, liar dan berani dengan harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan gagasan yang kreatif.

Brainstorming sering digunakan dalam diskusi kelompok untuk memecahkan masalah bersama. Brainstorming juga dapat digunakan secara individual. Sentral dari Brainstorming adalah konsep menunda keputusan. Dalam Brainstorming siswa dituntut untuk bisa menggunakan kemampuan berpikir kreatifnya.

Sebenarnya, setiap orang mempunyai potensi kreativitas yang tinggi tetapi dalam pencarian ide ia seringkali dihambat dengan keragu-raguan, ketakutan, atau aturan sempit yang diberlakukan sendiri. Osborn, pencetus teknik brainstorming, memberikan ungkapan metafora bagi orang kebanyakan dalam berpikir seperti menyetir mobil dengan menginjak rem (driving with the brake on).

Agar tercipta proses pemikiran kreatif yang dinamis, brainstorming harus dilakukan sesuai prosedur; yaitu: Criticism is ruled out (tidak diperbolehkan melakukan kritik); penilaian atas kepantasannya dilakukan pada akhir kegiatan; Freewheeling is welcome (mengandalkan bebas pengendalian); ide yang keluar atau disampaikan tidak dikendalikan sedemikian rupa dengan suatu peraturan atau standar. (*)

* Dosen strategi pembelajaran pada program studi PGSD/MI IAILM Suryalaya

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.