BRI Dorong UKM Naik Kelas

173
0
SINERGI. Kepala Bagian RKB BUMN BRI Teguh Rahadian (kedua, kiri) bersama tim dari RKB dan PNM Tasikmalaya foto bersama usai acara di RKB BRI Jalan Siliwangi Kota Tasikmalaya Jumat (22/2).FOTO-FOTO: Lisna Wati / Radar Tasikmalaya

TASIK – Rumah Kreatif BUMN (RKB) BRI bekerja sama dengan PNM (Permodalan Nasional Madani) menggelar pelatihan Pengembangan Bisnis Super Mikro di RKB BRI Jalan Siliwangi Kota Tasikmalaya Jumat (22/2). Pelatihan ini diikuti sekitar 30 nasabah Mekaar (Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera) PNM Tasikmalaya.

Kepala Bagian RKB BUMN BRI Teguh Rahadian mengatakan pelatihan ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial BRI dalam mengembangkan usaha mikro di daerah.

“Hal ini sesuai dengan tujuan dibentuknya RKB sebagai wadah bagi industri kreatif untuk mengembangkan usahanya melalui pelatihan-pelatihan,” ujarnya.

Pada pelatihan ini, sambungnya, para pelaku usaha super mikro diberikan wawasan mengenai cara mengembangkan usaha, pelayanan kepada konsumen, digital marketing hingga pengelolaan omzet.

“Saya melihat UMKM di Tasikmalaya ini potensinya bagus sehingga punya peluang besar untuk berkembang, bahkan naik kelas,” ungkapnya.

Untuk itu, penting bagi pelaku usaha untuk menjalin kolaborasi dengan sesama pelaku usaha sejenis. Kolaborasi itu memberi kesempatan untuk belajar banyak hal dalam mengelola dan mengembangkan usaha. “Nah, di RKB ini pelaku usaha bisa banyak belajar, berkumpul dan berbagi pengalaman,” ujarnya.

Targetnya, sambung ia, melalui kegiatan-kegiatan di RKB ini BRI bisa membantu pelaku usaha untuk mencapai 4 Go. Pertama, Go Modern artinya pelaku usaha bisa menerapkan konsep usaha modern salah satunya dalam hal pembukuan. “Jika biasanya uang hasil jualan masuk ke laci, diharapkan mulai sekarang mereka bisa punya catatan keuangan agar mengetahui perkembangan usahanya,” katanya. Dia menyarankan, untuk memudahkan pencatatan, pelaku usaha bisa memanfaatkan perbankan sehingga aliran uang masuk dan keluar tercatat akurat.

Selain itu, pelaku usaha didorong untuk bisa Go Digital artinya mereka tidak hanya berjualan secara offline tapi bisa mulai berjualan secara online melalui media sosial. “Go yang ketiga yakni Go Online, pelaku usaha akan kita fasilitasi untuk mulai berjualan di market place-market place seperti blanja.com dan platform e-commerce lainnya agar pemasarannya lebih luas,” ujarnya. Go yang keempat, sambungnya, yakni Go Global. “Jadi setelah dibina oleh RKB BRI, diharapkan usaha mereka naik kelas bahkan bisa melakukan ekspor,” katanya.

Regional Manager PNM Tasikmalaya Yayan Iqbal menyambut baik sinergi yang dilakukan BRI dengan PNM. Pelatihan yang digelar sangat bermanfaat bagi nasabahnya. “Nasabah super mikro kami ada yang berjualan produk fashion, kuliner hingga industri kreatif lainnya,” katanya. Mereka, kata Iqbal, selain membutuhkan permodalan juga membutuhkan wawasan dan informasi agar pola pikirnya berkembang. “Pelatihan seperti ini bisa meningkatkan kualitas pelaku usaha sehingga usahanya memiliki daya saing,” ujarnya.

Peserta pelatihan Nuryanti Oktaviani (29) mengaku senang bisa mengikuti pelatihan pengembangan bisnis super mikro ini karena bisa menambah wawasan dan motivasi dalam berwirausaha. “Saat ini persaingan usaha begitu kompetitif, sehingga pelaku usaha harus lebih kreatif dan inovatif. Hal-hal semacam ini kami dapatkan dari pelatihan yang digelar RKB BRI,” ujarnya. (na/adv)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.