Brigez Cineam Tasik Kelola Sampah Jadi Bernilai

42
0
Loading...

CINEAM – Ormas Brigez Cineam konsisten dalam melakukan pemberdayaan pemuda dan anggotanya. Salah satunya melakukan pengolahan sampah rumah tangga menjadi bernilai dan bisa dijual.

Sebelum memilah sampah, mereka melakukan penarikan sampah rumah tangga warga Desa Cikondang Kecamatan Cineam. Hal itu diungkapkan Ketua Brigez DPC Cineam Midan Ilmi kepada Radar, kemarin.

Kata dia, sampah rumah tangga ini sangat berpotensi untuk dipilah dan diolah menjadi bernilai untuk penghasilan tambahan.
“Untuk kegiatan Bank Sampah sudah berjalan dua bulan, setiap anggota Brigez DPC Cineam harus menyetor sampah setiap satu minggu sekali sekaligus penarikan sampah yang ada di warga,” ujarnya.

Baca juga : Wanita Muda Penjual Miras via Medsos di Ciawi Tasik Diciduk Polisi

Kata dia, sampah bisa diolah dengan baik dan menghasilkan rupiah. Bahkan, bila dilakukan secara besar atau lingkup desa bisa lebih bagus lagi untuk meningkatkan pendapatan pemerintah desa.

loading...

Namun, kata dia, selain meningkatkan ekonomi, pengelolaan sampah adalah mengubah perilaku masyarakat untuk selalu tertib membuang sampah pada tempatnya. Termasuk bisa lebih dulu memilah sampah yang masih bisa diolah sebelum dibuang.

“Kami sudah mendorong masyarakat agar mengelola sampah dengan baik. Pengelolaan sampah, di mana setiap keluarga melakukan pemilahan sampah di rumah sebelum dibuang,” katanya..

Kepala Desa Cikondang Rosita mengapresiasi langkah para pemuda yang tergabung dalam organisasi tersebut. Dengan begitu tata kelola sampah rumah tangga yang ada di desa dapat tertata lebih baik. “Saya sangat mendorong terlaksananya program bank sampah seperti ini,” ujarnya.

“Semua warga diharapkan dapat proaktif ketika sampah itu bisa diubah menjadi nilai rupiah dan bisa menjadi peluang peningkatan pendapatan desa. Dalam pengelolaan bank sampah berbasis desa atau sampah tuntas di desa,” ucapnya.

Lanjut dia, dalam mengajak warga untuk mengelola sampah dengan benar memerlukan motivator khusus, karena tidak semua orang mau melakukan perubahan, meskipun banyak pula orang-orang yang memiliki potensi sebagai penggerak dan sebagai aktor perubahan.

“Aktivitas yang berkaitan dengan pengelolaan lingkungan yang berbasis komunitas akan selalu membutuhkan gerakan bersama untuk mewujudkan perubahan. Pemerintah desa mendorong warga agar mengelola sampah yang benar,” kata dia. (obi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.