Buang Sampah Sembarangan Ada Sebabnya

60
0
BELUM DIANGKUT. Tumpukan sampah di Jalan Ir H Juanda belum diangkut petugas kebersihan, Senin (4/1) FATKHUR RIZQI/ RADAR

KETUA RT 01 RW 14 Kelurahan Kahuripan Kecamatan Tawang di Jalan Siliwangi Tono (47) menyatakan sudah meminta warganya untuk tidak membuang sampah sembarangan di lingkungan tempat tinggal termasuk ke area tiang traffic light di perempatan Jalan Siliwangi-BKR-Peta. Namun, dia tidak memungkiri masih ada warganya yang membuang sampah tidak ke tempat semestinya seperti ke tiang traffic light.

Perilaku membuang sampah sembarangan itu, kata dia, bukan tanpa sebab. Warga kesulitan mencari TPS di sekitar lingkungannya. Sebelumnya memang ada TPS di lingkungannya. Namun, warga yang tinggal berdekatan dengan TPS itu keberatan karena tumpukan sampah itu mengganggu kenyamanan. Akhirnya TPS tersebut ditutup, warga pun kebingungan. Pembakaran sampah pun tidak boleh. Jadinya, warga membuang sampah ke tiang traffic light karena pasti akan diangkut oleh petugas kebersihan. “Alternatif (buang sampah, Red.) di sana pada jalur setopan, karena setiap hari diangkut,” katanya kepada Radar, Senin (1/4).

Warganya pun, kata Tono, tentu sudah berupaya untuk menanggulangi sampah rumah tangga. Salah satunya menjalin kerja sama dengan warung yang berada di pinggir jalan untuk menanggulangi sampah. Sampah itu setiap Minggu pukul 06.00-08.00 dikumpulkan dan disimpan di depan warung tersebut. Sampah di depan warung itu nantinya diangkut oleh petugas kebersihan.

Sebenarnya, kata Tono, kalau saja ada lahan kosong di sekitar lingkungannya, warga pun tidak keberatan untuk membuat TPS. Sayangnya lahannya itu tidak ada. Bahkan, tanah milik pemerintah pun tidak bisa dipakai TPS.

KETUA Komisi III DPRD Heri Ahmadi menyebut, penanggulangan sampah merupakan tanggung jawab Pemerintah Kota (Pemkot) Tasikmalaya. Maka dari itu, Dinas Lingkungan Hidup (LH) selain menambah armada juga harus menambah jam operasi.

Menurut dia, pengangkutan sampah bisa dilakukan pada pagi dan sore hari. Untuk biaya operasional tinggal disesuaikan. “Jujur saja, dana armada dari anggaran Pemerintah Daerah (Pemda) Kota Tasikmalaya tidak kuat, rata-rata bantuan Provinsi Jawa Barat,” kata dia kepada Radar, Senin (1/4).

Komisi III, kata dia, menyarankan Dinas LH mengajukan bantuan armada pengangkut sampah plus dana operasionalnya ke Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Dia pun mengajak kepada para pengusaha dan pemerintah lingkungan untuk turut serta menangani persoalan sampah di Kota Resik. (mg1)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.