Bubarkan Lokasi Karantina, Anggota DPRD Pangandaran Akhirnya Dipolisikan

1840
1

PANGANDARAN – Anggota DPRD Kabupaten Pangandaran, Oman Rohman, dilaporkan kepolisi oleh Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak, Rabu (27/5) lalu.

Pelaporan itu, diduga wakil rakyat tersebut membubarkan pemudik pada saat menjalankan karantina khusus, Sabtu (23/5) lalu.

Perbuatannya dapat dikatakan menghalang-halangi pencegahan penyebaran Covid-19 di Kabupaten Pangandaran.

Kepala Polisi Sektor Cimerak, Inspektur Satu (Iptu) Budi Purwanto membenarkan adanya laporan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Desa Kertaharja Kecamatan Cimerak melalui bukti pelaporan Nomor LP/07/B/V/2020/JBR/SPK RES CMS/SEK CIMERAK pada Rabu (27/5) pukul 14.00 WIB.

Pelaporan tersebut terkait pembubaran tempat isolasi khusus pemudik yang dilakukan oleh oknum anggota DPRD Kabupaten Pangandaran pada Sabtu (23/5) atau malam IdulFitri 1441 H.

“Ya sudah menerima laporannya. Sejauh ini baru memintai keterangan tiga saksi yang merupakan bagian gugus tugas desa Kertaharja (Kepala Desa Kertaharja Masluh, anggota gugus tugas desa Kertaharja, dan petugas penjaga, Red),” katanya kepada Wartawan, Jumat (29/5).

Loading...

Budi menambahkan, menurut pelaporan dari gugus tugas, berawal dari aksi anggota dewan tersebut dengan emosi dan marah-marah.

Serta mengumpulkan semua petugas penjaga pada lokasi karantina khusus sambil menyatakan tidak ada keadilan dalam pelaksanaan karantina.

Selanjutnya dengan kewenangannya selaku anggota DPRD Kabupaten Pangandaran langsung menyuruh 20 orang pemudik yang di karantina khusus Desa Kertaharja untuk pulang ke rumah masing-masing.

“Pelaporan tersebut didasarkan Pasal 335 KUHP dan Pasal 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang karantina kesehatan,” ujarnya.

Kata dia, nantinya akan terus sehingga berkas perkara pelaporan ini dilimpahkan ke Satuan Reserse Kriminal Polres Ciamis.

Di samping itu, karena terlapor adalah anggota DPRD, tentu ada prosedur sebelum memanggilnya. “Harus seizin gubernur,” tambahnya.

Terpisah, anggota DPRD Kabupaten Pangandaran Oman Rohman yang merupakan terlapor dalam perkara ini, belum memberikan banyak tanggapan tentang dilaporkannya atas pembubaran pemudik saat menjalankan karantina khusus pada Sabtu (23/5) lalu.

“Sekarang saya kurang sehat. Kalau sehat saya akan kabari kembali,” katanya saat dihubungi.

(Fatkhur Rizqi)

Loading...
loading...

1 KOMENTAR

  1. Baru jadi anggota DPRD aj sdh sok jagoan, sok kuasa, sadar lah bahwa anda di pilih oleh rakyat, pemerintah melakukan isolasi kan demi kesehatan rakyatnya, ini malah di bubarkan …..euh dasar tdk ngerti kesehatan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.