Budayawan Ciamis Jelaskan Kerajaan Galuh, Fakta & Bukti Masih Ada

2423
0
KOMPAK. Budayawan Ciamis Aip Saepudin (kanan) berjabat tengah dengan Bah Latif Adi Wijaya BSC dari Kabuyutan Situs Galuh Salawe Kecamatan Cimaragas. iman s rahman / radar tasikmalaya

Budayawan Ciamis Aip Saepudin menjelaskan tentang sejarah singkat berdirinya Kerajaan Galuh. Menurutnya, di daerah yang kini Jawa Barat, saat Kerajaan Salakanagara mulai pudar, baru muncul Kerajaan Tarumanagara. Setelah kerajaan itu pudar, lahir dua kerajaan yaitu Kerajaan Sunda dan Kerajaan Galuh.

Kerajaan Galuh didirikan oleh Wretikandayun pada 23 Maret 612 masehi. Puser Kerajaan Galuh di Bojong Galuh Karangkamulyan.

Baca juga : Suami Istri Bertarung Rebutan Kursi Kades Padamulya Ciamis

“Bukti-buktinya masih ada sampai sekarang. Kerajaan Galuh sudah manggung sudah lama. Dari mulai abad ke-7 di Karangkamulyan, meneruskan di Kawali serta meneruskan kerajaan di Pajajaran. Yang dulu raja yang punya jujuluk Prabu Siliwangi itu rundayan Galuh,” ujarnya kemarin.

“Kalau berbicara sejarah panjang, namun intinya bahwa ketika Wretikandayun mendirikan kerajaan di Galuh dia mempunyai keinginan bahwa nama Galuh ini satu sang hebat,” paparnya.

Baca juga : Babe: Nama Ciamis Lebih Lama Ketimbang Galuh

Menurutnya, nama Galuh tidak ujug-ujug. Penamaan Galuh sampai memiliki nilai-nilai kearifan lokal. Contohnya, saat masyarakat menamakan anak, itu harus mengerti artinya.

“Termasuk pengertian Galuh itu Galuhna Galih yakni inti hati kita. Jadi kalau inti hati kita sama disampaikan oleh orang tua kita bahwa di Galuh itu punya jiwa korsa, tekad, ucap dan lampah (perilaku, Red),” tegasnya.

Berdasarkan penelitian dan buku sejarah Jawa Barat bahwa Kerajaan Galuh terbagi tiga; Galuh Purwa ada di Karangkamulyan dan Galuh Wetan di Dieng pusat pemerintahan dan yang terakhir di Denuh.

Aip menanggapi pernyataan Ridwan Saidi soal tidak adanya Kerajaan Galuh di Ciamis. “Itu statement salah dan menyesatkan. Apalagi pengertian Galuh, brutal. Wah lebih menyesatkan lagi,” tegasnya.

Baca juga : Sebut Arti Galuh Brutal, Babe Ridwan Saidi Dikecam Warga Ciamis

Bah Latif Adi Wijaya BSC dari Kabuyutan Situs Galuh Salawe Kecamatan Cimaragas menjelaskan contoh satu peninggalan Kerajaan Galuh ada di wilayahnya. Di sana juga ada prasastinya.

“Tentunya kalau ungkapan Babeh Ridwan Saidi itu menyebutkan tidak ada buktinya, jelas keliru karena di Ciamis ini sangat benar-benar lengkap. Artinya saya akan membela nama Galuh sampai kapan pun, karena fakta sejarahnya jelas ada,” tuntasnya. (isr)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.