Budi Budiman Pamit dari PPP

312
0
istimewa SALAM KOMANDO. H Budi Budiman menyerahkan SK Plt Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya ke Zenzen Jaenudin Sabtu (22/6).

TASIK – Meski sempat terjadi perdebatan di internal partai, Surat Keputusan (SK) penunjukkan Zenzen Jaenudin sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya akhirnya dapat diserahkan. Hal itu, dilaksanakan saat Halalbihalal di sekretariatnya Jalan Cilembang Kota Tasikmalaya, Sabtu (22/6).

Mantan Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya H Budi Budiman dalam acara tersebut menyampaikan hampir 7 tahun PPP memimpin daerah, telah banyak yang sudah diperbuat demi kepentingan masyarakat kota berjuluk Kota Santri. “Semua yang kami lakukan semoga menjadi kebaikan bagi masyarakat. Saya meminta seluruh kader PPP tetap semangat bekerja dan mengabdi, di tengah ujian yang kita hadapi,” ucap Budi dalam sambutannya.

Dia meyakini dibawah komando Zenzen dan soliditas partai, ke depan akan kembali menemukan kejayaan. Bakal lahir penerus Budi Budiman lainnya dari PPP bagi Kota Tasikmalaya yang diyakini dapat menegaskan kejayaan parpol umat tersebut. “Alhamdulillah di tengah ujian yang cukup berat, masyarakat tetap mempercayai PPP sebagai peraih suara terbanyak. Dan Alhamdulillah kita pun lolos parlementary treshold,” ucapnya.

Mengakhiri sambutannya, Wali Kota Tasikmalaya yang tengah menyandang status tersangka KPK itu menyampaikan terima kasih. Memohon maaf selama memimpin PPP dan Kota Tasikmalaya tentu tidak luput dari kesalahan. “Saya mohon maaf atas segala kekurangan selama ini. Dan karena cinta saya pada PPP, saya menyatakan mengundurkan diri sebagai Ketua DPC PPP demi menghadapi permasalahan yang saya hadapi,” kata Budi.

Sementara itu, Plt Ketua DPC PPP Zenzen Jainudin mengaku menerima amanat yang terbilang berat. Sebab, 9 tahun PPP dibawah komando H Budi dan H Jani Wijaya telah mengantarkan parpol kakbah pada puncak kejayaan. “Ini harus kita pertahankan bahkan ditingkatkan. Maka, saya minta kerjasama seluruh pengurus, kader dan simpatisan bersama bekerja pertahankan kejayaan partai,” ucap Zenzen mengajak.

Dalam waktu dekat ini, kata dia, pihaknya memprioritaskan melakukan konsolidasi internal. Pembenahan struktur secara sistematik, merajut kembali benang kusut pasca kontestasi Pileg lalu. “Eksplorasi dan identifikasi permasalahan krusial di organisasi, yang output-nya melahirkan dan menguatkan program sesuai kebutuhan yang urgent dan substantif,” katanya bertekad.

Zenzen menyebut banyak kader potensial di PPP. Pihaknya akan merancang program yang dapat mengagregasi kapasitas kader, sehingga semakin mumpuni dalam menjawab tantangan zaman. Serta, menciptakan kader yang mampu mengartikulasikan kepentingan umat. “Kemudian bersikap sebagai pelayan yang cakap meramu aktivitasnya sesuai dengan kebutuhan dan harapan masyarakat,” ungkapnya.

“Sehingga, keberadaan kader PPP merupakan bagian dari solusi, bukan bagian dari masalah. Termasuk kepentingan untuk melanjutkan dan mengembangkan pembangunan umat serta daerah ke depan,” katanya melanjutkan.

Perjalanan Budi di PPP

Sebelum Mantan Ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya H Budi Budiman mundur, akibat tersangkut kasus dugaan gratifikasi oleh KPK RI, perjalanan panjang mengawali langkahnya terjun ke dunia politik. Semula, dia dikenal sebagai pengusaha di bidang konstruksi dan dealer mobil di bawah naungan Mayasari Group.

Kemudian memutuskan melangkah sebagai kader parpol lewat Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan menjadi kandidat di Pilkada 2007. Kala itu, Budi masih diamanati sebagai Bendahara DPC PPP Kota Tasikmalaya. Namun, menjelang Pilkada 2012, dia berhasi menjadi ketua DPC PPP Kota Tasikmalaya mengalahkan saingan terberatnya yang sudah cukup lama menjadi kader parpol kakbah yakni H Dede Sudrajat. Putra pemilik PO Budiman alm H Soleh Budiman.

Dari sana, Budi mengawali kariernya sebagai pucuk pimpinan di Kota Tasikmalaya, setelah memenangkan Pilkada 2012 bersama wakilnya H Dede Sudrajat yang berangkat dari parpol sama. Saat itu, Budi-Dede diusung PPP, PKB, PBB, PKS dan Demokrat. Mengalahkan petahana Drs H Syarif Hidayat – H Cecep Bagja Gunawan, yang diusungan PAN, PDIP, Golkar dan Gerindra.

Kemudian, di Pilkada 2017, lagi-lagi Budi terpilih sebagai wali kota. Menggandeng pensiunan pejabat Pemkab Tasikmalaya H Muhammad Yusuf dari Partai Golkar. Rivalitas terbangun, lantaran berhadapan langsung dengan sesama kader PPP H Dede Sudrajat yang berpasangan dengan Menantu Keluarga Mayasari dr H Asep Hidayat. Termasuk bersaing dengan artis ibu kota Dicky Chandra yang berpasangan dengan Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Tasikmalaya H Denny Romdhony. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.