Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.4%

4.4%

79.2%

15.6%

0.3%

Budi Isyaratkan Gali Potensi Pendapatan dari Parkir

127
0

BALE KOTA – Wali Kota Tasikmalaya, Budi Budiman, mengisyaratkan bakal melakukan penggalian potensi Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara maksimal.

Budi mencontohkan hal itu terhadap penggalian potensi parkir. “Sebenarnya kita masih optimis dan APBD kita aman untuk 2019 ini. Bahkan kita sedang melakukan berbagai hal agar penggalian potensi PAD ini melejit,” ujar Budi kepada radartasikmalaya.com, Sabtu Lalu (7/9).

Terang Budi, hari ini pihaknya terus berfikir bagaimana potensi-potensi penerimaan untuk PAD itu tergali maksimal.

“Ya kita terus berfikir agar potensi penerimaan itu betul-betul kencang. Makanya program tapping box terus kita fokuskan,” terangnya.

Budi menjelaskan, potensi-potensi di Kota Tasik untuk mendongkrak PAD antara lain jasa perhotelan, rumah makan, tempat wisata, hiburan, PBB, BPHTB, serta parkir.

“Ini yang harus kita dorong secepatnya. Karena begitu ketatnya (penggunaan anggaran) sekarang,” bebernya.

“Jadi kita juga tak bisa ketergantungan dari pemerintah pusat hari ini. Makanya cash flow itu betul-betul kita jaga. Jadi tak hanya sektor belanja saja. Tapi sektor pendapatan juga terus kita monitor,” sambungnya.

Tapi, tambah Budi, secara umum APBD 2019 ini aman. “Berdasarkan hitungan kita aman, hanya ketat saja penggunaannya. Jadi ketar ini diprogram juga ketat dipenerimaan. Karena tidak banyak dana idle (dana mengendap) di kas daerah,” tambahnya.

Budi mencontohkan langkah penggalian secara optimal ini seperti di sektor parkir yang akan dimodernisasi dengan memanfaatkan teknologi.

“Kita sudah mulai itu. Target PAD dari parkir kan dinaikan dari Rp2 miliar menjadi Rp3,5 miliar. Itu baru di Dishub saja. Kenaikannya hampir 60 persen,” contohnya.

Artinya, jelas Budi, Dishub telah berfikir bagaimana mengoptimalkab penggalian potensi pendapatannya.

“Salah satunya tidak menutup kemungkinan melakukan kerjasama dengan pihak ketiga dan bagaimana menggunakan teknologinya,” jelasnya.

Tapi, Budi enggan mengoptimalkan teknologi untuk memaksimalkan penggalian potensi PAD ini sekadar ‘latah’.

“Teknologinya harus sudah teruji. Jangan ‘latah’ ikut menggunakannya tapi ternyata pelaksanaannya tidak benar. Karena niatnya kan ini menaikan PAD,” tegasnya.

Tandas Budi, walau bagaimanapun teknologi harus dimanfaatkan untuk penggalian potensi pendapatan.

“Dan betul ini juga untuk mengantisipasi kebocoran walaupun pasti selalu ada kebocoran itu. Tapi ini adalah langkah untuk memininalisir kebocoran. Tapi selain teknologi, penggalian potensi dengan partisipasi masyarakat juga tetap dilakukan selama itu legal secara aturan,” tandasnya. (rezza rizaldi/ radartasikmalaya.com)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.