Budi, Jangan Ragu Rombak Pengurus Persikotas!

23
MURAL. Gambar Persikotas dan Tasik City Society (TCS) pada dinding salah satu bangunan di Jalan HZ Mustofa, Kamis (14/3). Firgiawan / Radar Tasikmalaya

CIHIDEUNG – Para supporter Persikotas tetap bersikukuh meminta Drs H Budi Budiman merombak jajaran pengurus sebelum menanggalkan jabatannya sebagai ketua umum. Struktur kepengurusan itu harus disegarkan agar Laskar Wiradadaha makin bergairah menjelang kompetisi 2019.

“Silakan secepatnya laksanakan pertemuan. Jangan ditunda lagi mumpung masih ada waktu. Liga 3 belum muncul schedule. Silakan berbenah diri,” tutur anggota Tasik City Society (TCS) Polo kepada Radar, Kamis (14/3).

TCS meminta, dalam evaluasi nanti, pengurus yang tidak berniat serius memajukan Persikotas segera mundur dengan penuh kesadaran. Pertimbangkanlah tuntutan para supporter yang tengah mendambakan Laskar Wiradadaha menorehkan prestasi. Respect para penggemar jangan sampai dipatahkan oleh egoisme para pengurus. “Sejatinya evaluasi itu dari kemarin-kemarin. Bukan menunggu aksi atau ada desakan dari publik. Tapi terlambat tidak apa-apa, kita minta pengurus yang tak serius untuk mundur. Jangan sia-siakan harapan pencinta sepak bola kota,” ucapnya.

Menurut dia, perombakan pengurus harus dilaksanakan sesegera mungkin. Bila update manajemen itu dilaksanakan mendekati kompetisi, maka pengurus baru akan kesulitan membangun tim dan menggaet sponsor. Kalau serba dadakan, tidak jauh berbeda dengan kinerja pengurus saat ini. “Kita ingin melihat sejauh mana komitmen pengurus, serta kesiapan mereka dalam mengemban amanat organisasi sepak bola ini. Mudah-mudahan hasil rapat nanti memutuskan hal terbaik dan bisa mengebut persiapan jelang pertandingan musim ini,” tutur dia.

Anggota TCS lainnya, Ikok berharap evaluasi Persikotas memunculkan figur-figur baru yang memahami persepakbolaan. Alangkah baiknya, mantan-mantan pemain bola profesional bisa masuk ke dalam jajaran pengurus. “Minimal orang sekolah sepak bola (SSB) atau orang yang concern dan menyenangi olahraga ini,” ujarnya.

Para pengurus saat ini juga tidak perlu membuat program yang tidak akan mampu dijalankan seperti wacana membentuk Akademi Persikotas. “Seolah menonjolkan profit oriented. Ya kita pahami olahraga ini butuh cost besar. Tetapi kami rasa itu sulit direalisasikan waktu dekat ini,” kata dia.

TCS berkomitmen untuk mengawal evaluasi pengurus Persikotas agar kepengurusan baru tidak mengulang kesalahan yang sama. Pemilihan pengurus juga akan terus disorot.

“Supporter ingin kejelasan. Semoga secepatnya ada pertemuan, rapat atau apa pun dari para pengurus dalam membahas rencana ke depan Persikotas,” tutur dia. (igi)

loading...
BERBAGI

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.