Budi Mundur, Pengurus Persikotas Kudu Dirombak

142
0
Drs H Budi Budiman

CIHIDEUNG – Supporter fanatik Persikotas mengapresiasi kesiapan Drs H Budi Budiman menanggalkan jabatan Ketua Umum Persikotas. Namun, hal tersebut belum cukup untuk memperbaiki Laskar Wiradadaha bila semua pengurusnya tidak dirombak total.

Perintis Tazmania, the real supporter Persikotas, Andi Sanekala menyatakan keputusan Budi mundur dari ketua umum itu layak diapresiasi. Namun, jajaran pengurus saat ini juga harus dirombak dan diisi oleh figur-figur yang berkompeten mengelola klub sepak bola.

Menurut dia, ketua dan pengurus Persikotas harus benar-benar yang fokus, tidak terganggu oleh jabatan yang diemban di luar klub. Contohnya, Budi memiliki tugas penting sebagai Wali Kota Tasikmalaya.

“Kita harap Pak Wali juga bisa terus men-support persepakbolaan, sarana prasarana semakin representatif lagi. Kita ingin tim kebanggaan daerah bisa sejajar dengan daerah lain yang sudah maju di bidang olah raga ini,” kata dia kepada Radar, Minggu (10/3).

Perwakilan Tasik City Society (TCS), Polo menyebut figur yang memimpin Persikotas harus seperti Umuh Muchtar, Manajer Persib Bandung. “Kita juga siap terus mendampingi apabila ada figur seperti itu di tubuh Persikotas,” ujar dia.

Dia juga berharap bila Budi mundur dan jajaran pengurusnya dibubarkan, pengurus yang baru bisa menjalin komunikasi yang baik dengan supporter. Pengurus tidak boleh alergi kritik dari supporter yang peduli terhadap keberlangsungan sepak bola daerah.

“Kalau pengurus dengan supporter komunikasinya tidak tersumbat, tidak masalah. Kita mengkritik karena tidak ada kejelasan dari pengurus, apalagi ruang komunikasi yang baik,” tutur dia.

Sekretaris Umum Persikotas H Dadang Abdul Fatah mengakui banyak hal yang harus dibenahi supaya laju organisasi dan manajemen Persikotas bisa terus berprestasi. “Salah satu yang paling urgen adalah pengurus dan manajemen harus fokus dan memiliki banyak waktu luang dalam mengurus bola.

Di samping ketersediaan dana, fasilitas serta kemampuan manajerial,” ujarnya.

Adapun mengenai kesiapan Budi melepas jabatan ketua umum, menurut Dadang, perlu disikapi dengan arif dan bijaksana. Pengurus juga perlu mengevaluasi diri secara komprehensif. “Perlu evaluasi total, dibedah apa problemnya dan bagaimana solusinya sehingga tata kelola manajemen bisa lebih profesional dan modern,” kata dia.

“Harus mencari figur ketua yang komitmen untuk fokus mengangkat Persikotas. Sulit apabila tidak ada komitmen dan kompetensi, siapa pun penggantinya sulit untuk bisa memajukan Persikotas terus berprestasi,” tambah dia.

Dadang akan mengagendakan rapat evaluasi pengurus berkaitan dengan sikap ketua umum dan program Persikotas ke depan. “Dalam Anggaran Dasar Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), pengurus yang mundur harus dilakukan secara tertulis serta diketahui seluruh pengurus terkait pengunduran dirinya. Insyaallah sesuai pernyataan ketua, semua pengurus akan segera bermusyawarah untuk mencari solusi,” ujar Dadang.

Selain itu, dalam waktu dekat juga akan bergulir Kompetisi U-17 dan Liga 3 Nasional Zona Jawa Barat. Kemungkinan diselenggarakan usai Idul Fitri 2019. “Program atau agenda yang cukup mendekat yakni akhir Juni atau awal Juli 2019 ini. Kita harap ada arahan dari ketua apabila benar-benar hendak undur jabatan. Terutama persiapan menghadapi kalender event tersebut,” tutur dia. (igi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.