Budi Pertimbangkan Penambahan Armada Pengangkut Sampah

129
0
SAMPAH LIAR. Tumpukan sampah liar di Jalan Gubernur Sewaka dibakar, Sabtu (31/3). FATKHUR RIZQI/ TASIKMALAYA
Loading...

WALI Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman mengakui jumlah armada pengangkut sampah yang ada saat ini belum optimal dalam mengangkut tumpukan-tumpukan sampah. Maka dari itu, tidak menutup kemungkinan ke depan, dia akan mengalokasikan anggaran untuk penambahan armada.

“Ke depan armada memang harus ditambah, tetapi dengan kondisi hari ini kita berupaya tetap optimal melakukan pengangkutan. Untuk di Jalur Unsil yang terjadi beberapa titik tumpukan sampah, Jumat itu memang tidak ada pengangkutan,” ujar dia kepada Radar di Jalan dr Soekardjo, Minggu (31/3).

Selain soal pengangkutan, Budi mengimbau masyarakat tidak membuang sampah sembarangan di sepanjang jalan. “Masyarakat juga harus memahami membuang sampah ke TPS (tempat pembuangan sementara) jangan di mana saja. Ini budaya tidak baik yang harus diubah,” kata dia.

Dia juga meminta masyarakat turut menjaga kebersihan lingkungannya. Jangan biarkan sampah menumpuk di tempat yang tidak semestinya. “Lebih baik lagi buangnya di TPS supaya terangkut armada. Masyarakat juga harus proaktif antisipasi, menyampaikan informasi supaya kita sigap menangani,” tuturnya.

Masyarakat, kata Budi, harus membiasakan membuang sampah sebelum pukul 07.00 ke TPS agar bisa diangkut oleh petugas kebersihan. Bila melewati batas waktu itu khawatir tidak terangkut langsung oleh armada sampah.

Loading...

Sekarang ini, menurut dia, petugas kebersihan juga tidak hanya mengangkut sampah dari TPS resmi, tetapi juga dari TPS liar.

Diberitakan sebelumnya, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Tasikmalaya H Dudi Mulyadi ST mengungkapkan saat ini pihaknya hanya memiliki sebanyak 32 kendaraan sampah meliputi 20 dump truck, 12 ambrol dan 18 cator.

“Namun dari 32 armada sampah tersebut, kondisi kendaraan paling muda hanya 4 dump truck dan 1 ambrol keluaran tahun 2014. Sedangkan sisanya keluaran tahun 2017,” tuturnya pada Januari lalu.

Idealnya, kata dia, untuk mengangkut sampah di Kota Tasik yang mencapai 150 ton per hari memiliki 60 armada sampah. “Sedangkan yang kita layani (menarik sampah, Red) sebanyak 224 ribu kartu keluarga,” paparnya.

Dudi menjelaskan setiap tahun pihaknya selalu mengusulkan pembelian armada baru, namun hingga kini tidak pernah terealisasikan. ”Kebutuhan 60 armada sampah itu mencapai Rp 39 miliar. Kita tiap tahun usulkan, namun yang di- Acc selalu nol rupiah,” terangnya.

Dia pun meminta maaf kepada masyarakat apabila ada keterlambatan dalam pengangkutan sampah, sebab tidak dipungkiri, minimnya armada yang layak pakai menjadi kendala utama.

”Saya mohon maaf apabila lambat dalam mengangkut sampah. Tapi kita berupaya semaksimal mungkin menyangkut setiap hari,” kata dia. (igi/kim)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.