Beranda Kota Tasik Budi; Tahun Ini Runway Bandara Wiriadinata Kota Tasik Dioptimalkan

Budi; Tahun Ini Runway Bandara Wiriadinata Kota Tasik Dioptimalkan

148
BERBAGI
ISTIMEWA HANGAT. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman terlihat akrab dengan Menhub RI Budi Karya Sumadi ketika bertemu di Kantor Kementerian Perhubungan RI Jakarta, Selasa (23/1).

TASIK – Layanan penerbangan di Bandara Wiriadinata bakal semakin optimal, seiring adanya rencana penambahan perpanjangan runway (landasan kapal terbang, Red) sekitar 200 meter sehingga totalnya menjadi 1.600 meter.

Hal tersebut dipastikan setelah Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman yang didampingi Kepala Dinas Perhubungan H Aay Zaini Dahlan ATd bertemu dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi di Jakarta pada Selasa (23/1).

“Alhamdullilah ada respon positif dari beliau (Menhub). Insyaallah tahun ini ada tambahan perpanjangan runway,” terang Budi kepada Radar, Rabu (24/1).

Budi menceritakan kesempatan bertemu Menteri Perhubungan dimanfaatkannya untuk meminta bantuan penambahan peralatan, runway serta fasilitas pendukung lain agar Bandara Wiriadinata bisa semakin optimal. ”Sebab estimasi anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp 30 miliar, supaya bandara yang sudah memenuhi standar itu semakin lengkap dari sisi keberangkatan maupun maskapai,” tuturnya.

Menurutnya, respon positif dari Menhub tersebut dibuktikan dengan menghubungi langsung pimpinan maskapai untuk mengupayakan permintaan Pemkot. “Pak Budi Karya langsung menghubungi pimpinan Lion Air, agar jadwal diupayakan ada penambahan. Kita harap ini bisa terealisasi, termasuk rute pun tidak hanya Jakarta-Tasik atau sebaliknya,” papar Budi.

Bahkan, kata Budi, Direktur Utama Perum Navigasi Novie Riyanto pun siap memberikan peralatan supaya penerbangan bisa dilakukan di malam hari sehingga pelayanan semakin lengkap. “Sebab sejauh ini tidak ada kendala, maka kita berharap ke depan malam hari pun dapat memungkinkan keberangkatan penerbangan,” jelasnya.

Budi juga melaporkan bahwa sejak Juli sampai dengan Desember 2017, demand pesawat ATR 72 terbilang bagus dengan presentase 80 persen. Itu pun belum optimal, sebab keberangkatan dari Tasik ke Jakarta hanya dapat diisi 56 orang. Sementara dari Jakarta ke Tasik sheat pesawat dapat terisi penuh oleh 72 orang. “Nanti kalau runway sudah 1.600 meter, dari Tasik juga bisa full semua sheat terisi. Saat ini kan masih terkendala karena landasannya belum maksimal,” tutup Budi. (igi)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.