Budi-Yusuf 1 Paket, AW: Jangan Timbulkan Kesan Golkar Kota Tasik Nafsu..

95
0
Agus Winarno Suksesor Budi-Yusuf
Agus Winarno Suksesor Budi-Yusuf
Loading...

KOTA TASIK – Salah seorang suksesor utama pemenangan H Budi Budiman-H M Yusuf di Pilkada 2017, Agus Winarno (AW) merespons serius adanya usulan agar H Budi Budiman mundur dari jabatan Wali Kota Tasikmalaya non aktif.

Seharusnya, kata Agus, baik Budi dan Yusuf harus saling menjaga hubungan baik satu sama lain. Termasuk para pendukung maupun relawannya.

“Jangan menimbulkan kesan, kalau Golkar itu nafsu. Kita tunggu saja sesuai prosedur hukum, kan ada mekanismenya. Ketika harus undur ya, otomatis mundur. Pak Budi juga akan mundur kok, tapi kalau diminta itu kesannya aduh kayak kebelet,” ujarnya saat menghubungi Radar sekitar pukul 10.30, Jumat (29/1).

Dia mengajak semua pendukung Budi-Yusuf saling menghargai dan menghormati, bahwasannya kedua figur tersebut merupakan pasangan satu paket yang saat ini harus menuntaskan janji-janji politiknya di Pilkada lalu.

“Terutama kawan-kawan dari Golkar, mohon hargai dan hormati proses hukum yang sedang berjalan. Kalau sudah inckrah toh Pak Budi juga mundur dengan sendirinya tanpa perlu meminta,” tegas dia.

loading...

Baca juga : Golkar Kota Tasik Minta Budi Mundur, PPP: Apa Masalahnya?

Agus pun mengimbau baik pendukung Budi maupun pendukung Yusuf tidak mengkotak-kotakan diri. Harus sama-sama mendukung kebijakan H Muhammad Yusuf yang sekarang mengemban amanat menuntaskan periode ini sebagai Plt Wali Kota Tasikmalaya.

“Saya berharap kawan-kawan akhiri (ketegangan, Red) semua ini, kasihan masyarakat kalau jadi korban polemik yang tidak ada gunanya,” ajak Agus.

“Saya yakin Pak Yusuf tentunya melanjutkan kebijakan baik yang dicanangkan bersama dengan Pak Budi. Tidak ada pendukung Budi, Pendukung Yusuf, kita sepaket. Semua dukung kebijakan Pak Yusuf dan doakan Pak Budi supaya vonisnya ringan,” sambung dia.

Pria yang akrab disapa Mas Agus tersebut juga mendorong Yusuf berkomunikasi dengan koalisi. Diundang duduk bersama supaya tidak ada polemik semacam ini. Kemudian merangkul semua pihak dalam mengayomi harapan masyarakat terkait pembangunan daerah.

“Saya yakin Pak Yusuf bisa. Tapi jangan ada intervensi pendukung seolah Budi-Yusuf pecah, justru kita harmonis. Sekretaris DPD Golkar (Eries Hermawan, Red) tidak boleh begitu, jangan seolah kebelet karena ada mekanisme dan proses. Pak Budi itu mengerti kok,” harapnya. (igi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.