Siapa calon Bupati Tasikmalaya pilihan anda?

0.2%

2.4%

54.3%

6.9%

0.7%

13%

0%

22.5%

0%

Budi-Yusuf Keukeuh Kawasan Andesit Harus Bebas PKL, Ini Alasannya..

71
0
BERJUALAN. Tampak tenda-tenda PKL busana muslimah di depan Masjid Agung yang menggunakan sebagian badan jalan Andesit dan sebagian lagi digunakan lalu lintas kendaraan menuju pusat pertokoan HZ Mustofan dan Cihideung, Rabu (14/8). rezza rizaldi / radartasikmalaya.com

BALEKOTA – Wali Kota Tasik, Budi Budiman dan Wakil Wali Kota Tasik, HM Yusuf, bersikukuh batu andesit depan Masjid Agung harus bebas dari aktivitas Pedagang Kaki Lima (PKL).

Kondisi saat ini di andesit sudah keluar dari rencana awal penataan wilayah kota.

“Kita sudah putuskan dibuka kembali untuk jalur kendaraan umum. Dan PKL sudah saya tegaskan di Dadaha saja. Mainan anak-anak juga bisa di Dadaha,” ujarnya kepada radartasikmalaya.com, Rabu (14/8).

Terang Budi, PKL di Dadaha itu bukan dalam artian direlokasi. Tapi sifatnya semntara. Karena, tak ada dalam rencana Pemkot soal relokasi PKL.

“Kita hanya penataan dan penertiban saja untuk sementara. Kedepan kita pikirkan untuk bikin kawasan PKL. Kalau hari “Rabuan” silakan PKL berjualan di pelataran halaman Masjid Agung, tapi tanpa roda dan tenda,” tegasnya.

“Sebab lalu lintas di andesit jangan terganggu dan aktivitas pengajian juga tetap berjalan. Tolong dipahami kita ingin menata kota. Menghargai hak pengguna jalan dan pengendara. Hak berjualan PKL juga kita jaga dan jangan mengganggu kepentingan lainnya,” sambungnya.

Sedangkan soal rencana penataan PKL ini pihaknya terus berkomunikasi dengan Pemkab Tasik untuk memanfaatkan eks Setda Kabupaten Tasik.

“Jadi nanti dijadikan taman parkir, penataan PKL Insya Allah akan selesaikan kerumitan dan semrawutnya kota,” bebernya.

Hal senada diungkapkan Wakil Wali Kota Tasik, HM Yusuf. Malah dia menegaskan sudah memerintahkan Satpol PP agar menutup jalur di depan Gedung Dakwah setiap Rabuan. “Jadi tiap Rabuan, PKL bisa berdagang di lokasi itu. Sebab andesit untuk jalur lalu lintas,” tuturnya.

Sebab, jelas dia, dirinya sepakat dengan instruksi Wali Kota bahwa andesit dibuka untuk mengembalikan fungsinya ke awal.

“Sebab ke depan HZ Mustofa benar-benar ditata kembali dan ini andesit adalah awalnya. Lahan parkiran eks Setda memang tak muat untuk semua PKL,” jelasnya.

Namun, tandas dia, bisa dibuat kantong-kantong parkir yang dikhususkan motor di mana mobil di mana.

“Soludinya kantong parkir bisa di Dokar, Yudanehara dan jalan sekitar lainnya. Tinggal pengaturannya saja,” tandasnya.

Terpisah, Kadishub H Aay Zaini Dahlan juga menegaskan jalur andesit memang khusus lalu lintas kendaraan.

“Kita sudah jelas bahwa itu (andesit) bukan tempat jualan. Sebab jelas, jalan untuk jalan kendaraan, trotoar untuk pejalan kaki,” pungkasnya. (rezza rizaldi / radartasikmalaya.com)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.