Budidaya Maggot Kingdong di Arjasari Kabupaten Tasik Jadi Rujukan

83
0
Staf Kelurahan, LPM dan TPK dari Kelurahan Nagarawani dan Argasari Kota Tasikmalaya melaksanakan kaji Banding ke Maggot Kingdong di Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya
Loading...

LEUWISARI – Staf Kelurahan, LPM dan TPK dari Kelurahan Nagarawani dan Argasari Kota Tasikmalaya melaksanakan kaji Banding ke Maggot Kingdong di Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya, Jum’at (04/12).

PLT kepala Dinas lingkungan hidup Kabupaten Tasikmalaya, Roni Syahroni mengatakan, Ia mendampingi kunjungan dari ibu-ibu Kader Posyandu PKK Kecamatan Cihideung Kota Tasik.

Dimana rombongan ini ada sebuah ketertarikan untuk memberdayakan maggot di wilayahnya masing-masing, sehingga mencoba untuk mendampingi dan diantar ke Kingdom Maggot di Arjasari.

“Alhamdulillah setelah saya lihat di lapangan sangat bersyukur sekali dan apresiasi yang setinggi-tingginya. Satu hal yang menarik adalah bagaimana pengintegrasian antara pemberdayaan ayam, maggot dan lele yang ada di sini,” ujarnya.

Roni mengatakan, di beberapa tempat sudah Ia kunjungi kaitan dengan Budidaya Maggot.

Loading...

Namun, baru di kingdom Ia melihat yang dilakukan seperti ini dan ini merupakan sebuah model yang mudah-mudahan ke depannya menjadi unggulan di Kabupaten Tasikmalaya.

Staf Kelurahan, LPM dan TPK dari Kelurahan Nagarawani dan Argasari Kota Tasikmalaya melaksanakan kaji Banding ke Maggot Kingdong di Desa Arjasari Kecamatan Leuwisari Kabupaten Tasikmalaya

Bagaimana mengintegrasikan antara pembudidayaan maggot dengan peternakan ayam, termasuk budidaya lele.

Sehingga ini ada tiga hal yang memang bisa dipadukan dan bagus sekali,cukup bermanfaat dan memang hasilnya juga cukup optimal.

“Mudah-mudahan ini In Syaa Allah kita akan mencoba sosialisasikan tentunya dengan izin dari yang memiliki ide seperti ini dan ini menjadi model yang sangat bagus sekali sehingga dengan menggunakan tempat yang meskipun dengan keterbatasan lahan pun, tapi menghasilkan yang optimal,” paparnya.

Ini kata Roni, perlu diberikan edukasi kepada masyarakat yang memang diajak untuk membudidayakan maggot.

Ini ternyata cukup menjanjikan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat di tingkat pedesaan.

Roni menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya dan berharap kingdom maggot ini bisa menularkan mentransfer ilmu ini kepada masyarakat lainnya.

Sehingga nantinya betul-betul ini menjadi sebuah unggulan.

“Bahkan menjadi lokomotif untuk meningkatkan ekonomi di tingkat Desa terutama bagi kegiatan-kegiatan seperti ini dan sebagai kepala dinas sangat terkesan sekali,” tuturnya.

Sementara itu, Lurah Nagarawangi Kecamatan Cihideung kota Tasikmalaya, Wawan mengatakan, bahwa maksud kedatangannya adalah kaji banding terkait budidaya maggot.

Kebetulan di wilayah Kabupaten Tasikmalaya ada masyarakat yang membudidayakan maggot.

“In Syaa Allah mungkin kami akan mencoba menerapkan ini di tingkat kota Tasikmalaya khususnya di kelurahan Nagarawangi dan Argasari,” ujarnya.

“Hanya saja yang menjadi permasalahan kaitan dengan persampahan, sebab sampah itu sudah menjadi momok di masyarakat,” kata dia.

Wawan berharap, dengan adanya budidaya seperti ini bisa memotivasi masyarakat kaitan dengan bagaimana cara pengolahan sampah dengan ada penghasilan.

Khususnya dari membuat itu sendiri, sebab menurut informasi yang Ia dapat di wilayah Kabupaten Tasikmalaya bahwa maggot itu bisa menghasilkan juga dan bisa mengurangi sampah.

“Mudah-mudahan ini bisa diterapkan di kami walaupun sebetulnya di kami juga sudah kaitan masalah sampah itu menjadi prioritas. Karena setiap kota dan setiap wilayah yang namanya sampah itu harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujar dia.

(radika robi)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.