Beranda Kota Tasik Buka Lowongan Kerja, Menjaring Pencaker

Buka Lowongan Kerja, Menjaring Pencaker

607
BERBAGI
TINJAU. Wali Kota Tasikmalaya Drs H Budi Budiman meninjau stan-stan perusahaan yang membuka loker di Job Fair 2018 di Bale Kota, Senin (16/4).

SALAH satu upaya untuk mene­kan angka penganggur­an, Dinas Tenaga Kerja (Dis­na­ker) Kota Tasikmalaya me­ng­adakan Job Fair 2018 di Ge­dung Serbaguna Bale Kota, Senin (16/4).
Ratusan para pencari kerja (pencaker) pun memadati infor­masi pasar kerja tersebut.
Dalam job fair itu ada sekitar 24 perusahaan dari Jakarta, Bandung dan Tasikmalaya yang membuka lowongan kerja (loker). Loker yang disediakan diperuntukkan bagi lulusan SMP, SMA sederajat, D1 hingga S1.
Nama-nama perusahaan itu di antaranya PT Swakarya Insan Mandiri, Bank BTPN Syariah, PT PNM, JNE, Wismilak, Kimia Farma, Aqua, dan Garuda Food. Adapun posisi yang ditawarkan bervariasi.
Mulai dari admin, sales and marketing, teknisi dan banyak lagi.
Kepala Disnaker Kota Tasikmalaya Hj Nunung Kartini mengatakan kegiatan itu untuk menjaring pencaker, mengurangi pengangguran dan kesenjangan informasi tentang loker. Dalam kesempatan ini pihaknya juga menghadirkan seminar kiat sukses lolos wawancara dan psikotes untuk 100 pencaker. “Informasi pasar kerja ini ditargetkan dapat menyerap sebanyak 1.200 hingga 1.500 tenaga kerja,” terang dia kepada wartawan, Senin (16/4).
Sementara, Wali Kota Tasikmalaya mengatakan job fair kali ini merupakan upaya pemkot mempersiapkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas untuk mampu menjadi seorang pekerja ataupun entrepreneur. Kota Tasikmalaya yang identik dengan kota jasa, kota entrepreneur juga pertumbuhan ekonomi yang cukup tinggi harus diimbangi percepatan penyerapan tenaga kerja. Pasalnya penyerapan tenaga kerja saat ini belum maksimal. “Kami Pemerintah Kota Tasikmalaya menargetkan 5 tahun ke depan bagaimana menekan angka pengangguran, sekitar 6,8 persen dari jumlah penduduk Kota Tasikmalaya kurang lebih 694 ribu. Dan ini harus terus ditekan,” katanya.
Segera Bentuk BLK!
Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya mendorong agar pemkot segera mendirikan Balai Latihan Kerja (BLK) untuk mengantisipasi masifnya penyerapan tenaga kerja dari luar daerah.
“Jangan sampai investor berdatangan, tetapi tidak menyerap tenaga kerja dari Kota Tasik. Sebab, perusahaan tentunya ingin pekerja yang kompeten dan tersertifikasi,” ujar Sekretaris Komisi IV DPRD Kota Tasikmalaya Hj Yoke Yulianti kepada Radar, Senin (16/4).
Menurutnya, kehadiran BLK diyakini mampu mencetak tenaga kerja kompeten dan tersertifikasi. Sehingga perusahaan pun tidak ada alasan untuk tidak menyerap tenaga asal Kota Tasikmalaya, apabila syarat perekrutannya memerlukan administrasi khusus seperti sertifikat. “Kami sudah berkomunikasi dengan wali kota, alhamdulillah persepsi kita sama. Tinggal bagaimana DPRD mendorong penganggaran untuk mendirikan fisik kantornya,” tutur politisi PPP itu.
Meskipun pemkot harus merogoh kocek pada awal pendiriannya, pemerintah pusat tidak menutup kemungkinan mengucurkan bantuan bagi program pengikisan pengangguran itu. Sebab, berkaca dari daerah lain yang telah membentuk BLK, dipastikan bantuan untuk sarana prasarana dikucurkan dari pusat. “Nah aturannya sendiri harus Unit Pelayanan Terpadu (UPT) tidak boleh di bawah bidang. Kemudian sertifikatnya nanti bukan dari narasumber, tetapi dari assessor yang verified. Bukan asal-asalan. Sehingga para lulusan BLK terverifikasi dan kredibel,” terang Yoke.
Saat ini, kata dia, tenaga asing yang berdatangan dari luar negeri pun bersertifikat. Meski untuk kategori pekerjaan kasar. Sehingga disayangkan apabila para lulusan sarjana di kota ini tidak tersertifikasi. “Setahu kami Kabupaten Tasikmalaya sudah punya BLK. Maka kota harus didorong. Kalau sudah ada niat untuk mengurangi pengangguran, pasti ada jalan,” tegasnya. (mg2/igi)

Facebook Comments

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.