Bukan Cari Sensasi, Pemilik Temuan Artefak Ganesha & 22 Patung akan Bangun Museum Pribadi

292
0

KABUPATEN TASIK – Pemilik lahan ditemukannya artefak Ganesha, manusia kerdil dan 22 patung lainnya, akan membangun museum pribadi dan mengkoleksi temuan tersebut.

Patung-patung tersebut ditemukan kawasan Wisata Batu Mahpar di Kampung Tegal Munding, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, beberapa waktu lalu.

Baca juga : Selain Artefak Ganesha & Manusia Kerdil, Ada Tapak Kaki di Objek Wisata Batu Mahpar Tasik

Pemiliknya adalah, Irjen Pol (Purn) Anton Charliyan. Dalam kesempatannya kepada wartawan, dia menolak anggapan bahwa penemuan patung-patung yang diduga artefak ganesha (gajah duduk) di lahan miliknya itu hanya untuk mencari sensasi semata.

Ia menegaskan, patung-patung itu memang ditemukan di kawasan tersebut dan bukan sengaja ditanam. Ia menjelaskan, patung-patung itu sebenarnya telah ditemukan oleh para pekerjanya sejak 2013, di beberapa lokasi di kawasan Wisata Batu Mahpar.

Lantaran saat itu ia berada di luar kota, para pekerjanya diinstruksikan untuk mengubur patung-patung itu di satu lokasi.


Baca juga : Pelaku Teror Perkosaan di Tasik Selalu Mengaku Uwaknya Korban

“Bukan (sengaja ditanam, red). Memang ditemukan di sini,” kata Abah, sapaan akrab Anton Charliyan kepada wartawan saat ditemui di Batu Mahpar, Rabu (12/2) sore.

Ia mengatakan, saat Minggu (9/2) lalu, para pekerjanya sengaja diminta kembali untuk menggali patung-patung yang telah dikubur itu. Niatnya, patung itu akan dijadikan koleksi museum yang akan dibuka di kawasan itu.

“Kebetulan mau buat museum, saya minta yang dulu dikubur digali lagi. Karena dulu saya tak pernah lihat. Begitu saya lihat, ternyata bagus. Ini kayaknya punya kolektor,” terangnya.

Abah membeberkan, pihaknya tak ingin mencari sensasi atau menyesatkan sejarah. Ia hanya menemukan patung dan berharap patung-patung itu tak memilik nilai sejarah. Dengan begitu, ia dapat mengoleksi patung itu secara pribadi.

Ia menambahkan, untuk sementara pihaknya akan menyimpan patung-patung itu terlebih dahulu.

“Biar kita tanya sama ahli patung. Semua biar ahlinya yang berbicara agar tidak timbul polemik,” tambahnya

Ia juga berharap secepatnya ada kejelasan terkait patung-patung itu. Karena itu, ia akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk langkah selanjutnya.

Sebelumnya, Arkeolog Balai Arkeologi Jawa Barat (Jabar), Lutfi Yondri menilai, penemuan patung yang diduga artefak ganesha (gajah duduk) di kawasan wisata Batu Mahpar, Kampung Tegalmunding, Desa Linggawangi, Kecamatan Leuwisari, Kabupaten Tasikmalaya, bukan peninggalan sejarah.

Sebab, kata dia, penemuan itu dianggap janggal. Dan untuk mengetahui nilai sejarah sebuah benda harus dilihat dari bahan dan bentuk benda tersebut.

(rezza rizaldi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.