Bukan Persib yang Tertekan

21

BANDUNG – PSSI selaku federasi sepakbola Indonesia telah menetapkan Liga 1 2018 untuk sementara waktu dihentikan karena tewasnya Haringga Sirila, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), 23 September lalu.

PT Liga Indonesia Baru (LIB) yang merupakan operator dari Liga 1 juga telah memberi surat pemberitahuan resmi kepada klub soal arahan PSSI tersebut. Namun, Persib Bandung memilih untuk tetap menjaga fokus dengan latihan.

Seperti pagi kemarin, skuat Maung Bandung tetap berlatih di bawah arahan pelatih Mario Gómez. Saat ini status Persib tengah merajai puncak klasemen Liga 1 dengan 44 poin, unggul enam poin dari posisi kedua, PSM Makassar.

“Kami hanya bisa berlatih dan kami ingin kejelasan kapan dimulainya kembali karena ini ditunda. Kami berlatih sebagai persiapan lawan Madura FC karena lawan kami selanjutnya mereka,” ucap pelatih asal Argentina itu.

Gomez mengakui efek dari penunandaan liga sendiri tidak bagus untuk tim. Pasalnya, Bojan Malisic Dkk sedang dalam tren yang bagus setelah mengalahkan Persija hari Minggu lalu.

“Tapi saya ulangi ini bukan keputusan kami dan mungkin kami punya lebih banyak waktu untuk latihan dan waktu lebih banyak bagi pemain cedera supaya kondisi dia lebih baik,” tuturnya.

Saat ini, Persib berada dalam tekanan. Banyak pihak yang ingin ‘meruntuhkan’ singgasana di Liga 1. Namun, Gomez dengan santai menanggapinya. Menurutnya, tekanan itu bukan ada pada Persib.

“(Tekanan) Bukan pada kami, kami tidak dalam tekanan. Tekanan kami karena sedang berada di puncak klasemen,” ujarnya.

“Saya tahu beberapa orang, mereka tidak suka dengan posisi kami dan mereka mencoba untuk mengalihkan pikiran kami ke hal lain, tapi pikiran kami saat ini hanyalah untuk menghadapi Madura,” tegasnya.

Momentum Instropeksi

PSSI memutuskan menghentikan Liga 1 2018 hingga batas yang tidak ditentukan. Kiper Persib Bandung, I Made Wirawan, berharap bisa ada solusi dan jalan keluar terbaik.

“Kita sebagai pemain, kalau saya sendiri enggak tau harus bilang apa. Karena kita juga berduka, enggak mau ada korban seperti ini. Dan kalau sekarang diambil keputusan dihentikan sementara, mudah-mudahan ada jalan secepatnya untuk bisa memperbaiki situasi dan kompetisi berjalan lagi,” kata Made, di Stadion GBLA, Rabu (26/9).

Pemberhentian liga sementara waktu, menurutnya, bisa menjadi momentum untuk mengevaluasi berbagai hal yang kurang baik. Selain itu, bisa meredam suhu panas yang saat ini dirasakan.

“Menurut saya dihentikan ini mungkin membuat situasi lebih kondusif biar nanti ke depannya bisa jalan lagi dengan lebih baik. Di samping itu sambil mencari solusi terbaik buat suporter biar enggak ada lagi kejadian seperti kemarin,” ujar Made. (pra)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.