Tim Satgas Pangan Juga Temukan Minumam Kaleng Berkemasan Rusak

Bumbu Kedaluwarsa Masih Dijual Bebas

36
0
SIDAK PANGAN. Tim Satgas Pangan Kabupaten Tasikmalaya menemukan bumbu dapur kedaluwarsa dan minuman kaleng penyok di Pasar Singaparna, Jumat (20/12). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Tim Satgas Pangan Kabupaten Tasikmalaya menemukan bumbu kemasan yang sudah kedaluwarsa dijual bebas di Pasar Singaparna saat monitoring kebutuhan bahan pokok jelang natal dan tahun baru, Jumat (20/12).

Tim satgas yang terdiri dari Polres Tasikmalaya, Disperindag, Dinas Pertanian, Satpol PP, Koramil Singaparna beserta Dinkes Kabupaten Tasikmalaya ini mengecek ketersediaan sembako, mulai dari harga stok dan lainnya. Termasuk ditemukan bumbu dapur sudah kedaluwarsa, tapi masih dijajakan penjual. Selain itu, juga ditemukan minuman kaleng berkemasan rusak dan tidak layak dijual.

Tak hanya itu, pantauan tim satgas terkait harga seperti bawang merah mengalami kenaikan dari Rp 26.000 menjadi Rp 28.000 per kilogramnya. Sedangkan minyak curah dari Rp 10.000 menjadi Rp 11.000. Telur ayam dari Rp 23.000 menjadi 24.000.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Tasikmalaya Drs Nana Rukmana MM mengatakan, hasil monitoring pengecekan harga dan ketersediaan bahan pangan secara keseluruhan stabil, aman tidak ada kelangkaan.

Menurut Nana, ada beberapa komoditas seperti bawang merah, minyak curah dan telur yang naik, tetapi masih wajar. “Hasil komunikasi dengan bulog, Dinas Pertanian, termasuk perusahaan minyak dan gas bisa dipastikan kebutuhan pangan dan sembako aman jelang natal dan tahun baru,” katanya.

Kepala bidang (Kabid) Perdagangan Disperindag Kabupaten Tasikmalaya Herni Herliani menambahkan, tadi ditemukan juga toko-toko modern di sekitar Terminal dan Pasar Singaparna kedapatan menjual minuman kaleng yang kemasannya penyok.

Seharusnya, kata dia, untuk kemasan penyok bisa ditarik dari peredarannya. Karena sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, itu merugikan dari sisi kualitas. “Kami mengingatkan pedagang agar lebih memperhatikan kualitas dagangannya agar konsumen tidak rugi. Pedagang di toko sudah diperingatkan untuk tidak menjajakan barang rusak,” ujarnya.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Dony Eka Putra SIK menambahkan, tim satgas dalam operasi pasar menemukan bumbu kedaluwarsa yang masih dijajakan. Diketahui tanggal kedaluwarsanya sudah setahun lebih, tahun 2018 lalu, tetapi masih dijajakan pedagang di jongkonya.

“Menurut pengakuannya, memang dirinya tidak sengaja menyimpan bumbu dapur yang kedaluwarsa. Kita sudah bawa sampel bumbu tersebut, termasuk identitas dan informasi dari mana mendapatkannya. Kita mengimbau pedagang tidak memajang termasuk menjual barang kedaluwarsa,,” katanya,.

Pada intinya, tambah Dony, satgas pangan fungsinya melakukan pengawalan dan pengawasan serta penindakan terhadap oknum pedagang yang mengambil keuntungan sepihak. “Jika ada indikasi perbuatan melanggar hukum, langsung kita tindak karena ada sanksi hukumnya,” tambahnya.

Ade (50), penjual bumbu masakan yang kedaluwarsa mengaku lupa dan tidak sengaja menyimpannya. “Tidak sengaja, tersimpan di bumbu-bumbu lainnya, kurang teliti saya. Biasanya sudah dicek, tetapi malah tertindih-tindih di bawah bumbu lain,” ujar Ade.

H Engkus, pengelola toko modern di sekitar Pasar Singaparna mengaku akan mengikuti imbauan yang disampaikan tim satgas pangan perihal larangan menjual barang dagangan yang merugikan konsumen. Termasuk minuman berkemasan rusak.

“Kita sudah biasa setiap dua bulan mau masuk masa kedaluwarsa barang dagangan suka dipilah dan tidak dijajakan lagi atau dijual,” tutur dia. (dik)

loading...
Halaman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.