Bumi Perkemahan Pananjung Pangandaran Ambruk

112
0
AMBRUK. Bangunan Aula Bumi Perkemahan Pananjung ambruk akibat hujan deras dan angin kencang, Jumat (19/6). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya
AMBRUK. Bangunan Aula Bumi Perkemahan Pananjung ambruk akibat hujan deras dan angin kencang, Jumat (19/6). Deni Nurdiansah / Radar Tasikmalaya

PANGANDARAN – Akibat hujan deras yang menerjang wilayah Pangandaran sejak Kamis-Jumat (18-19/6) malam, sejumlah bangunan dan pohon roboh. salah satunya aula di Bumi Perkemahan Pananjung.

Ketua Kwarcab Kabupaten Pangandaran Apip Winayadi mengataka, bangunan aula tersebut memang sudah lama usianya dan tidak mampu menahan derasnya air hujan yang lebat.

“Kejadiannya sekitar pukul 05:00 pagi, saat hujan sedang deras-derasnya, kemudian bangunan tersebut tiba-tiba saja roboh,” ujar dia kepada Radar, Jumat (19/6).

Menurut Apip atap baja ringan tersebut roboh karena tidak bisa menahan beban dan kondisi hujan begitu deras. Beruntung dalam kejadian ini tidak sampai ada korban jiwa, karena pada waktu itu kondisi bangunan sedang kosong.

“Alhamdulillah tidak ada yang sedang menginap di sana. Akibat kejadian ini kerugian ditaksir menapai Rp 30-45 juta,” ujarnya, menjelaskan.

Baca juga : Rapid Test Wisatawan Masuk Pangandaran tak Bisa Dilonggarkan

Kepala Desa Selasari Kecamatan Parigi Ugas Tugaswaara mengatakan, kejadian hujan deras dan angin kencang juga mengakibatkan rumah milik Hendra Dusun Giriharja tertimpa pohon dan rusak pada bagian atap.

“Kami bersama masyarakat bergotong royong membantu membereskan pohon roboh tersebut,” ungkapnya.

Kejadiannya, kata dia, pada saat pemilik rumah sedang melaksanakan ronda malam sekitar pukul 24.00. Hujan besar dan ada angin puting beliung karena berputar persis di lokasi kejadian hingga mengakibatkan pohon besar tumbang.

“Korban mengalami kerugian sekitar Rp 50 jutaan karena harus direnovasi semua dan tidak ada korban jiwa,” tuturnya.

Baca juga : Pemkab tak Ambil Keuntungan Rapid Test dari Wisatawan Pangandaran

Sementara itu, longsor terjadi di jalan alternatif yang menghubungkan Pangandaran dan Kabupaten Tasikmalaya. Material longsor pun menutupi badan jalan dan akses lalu lintas pun tersendat.

Warga Desa Harumandala, Nurhidayat (28) mengatakan longsor terjadi pada Kamis (18/6) pukul 22:00 saat kondisi sedang turun hujan deras disertai angin. “Untung saja tidak ada orang yang lewat,” ungkapnya.

Menurut dia, longsor pada tebing yang tingginya hampir mencapai tiga meter tersebut sering terjadi. “Karena tebing ini sudah gundul, tidak ada pepohonan, jadi kalau turun hujan mudah sekali tergerus,” jelasnya. (den)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.