Bunga Korban Perkosaan Ayah Tiri di Manonjaya Tasik Trauma Berat

390
0

KOTA TASIK – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kabupaten Tasikmalaya, turut mendampingi pelaporan Bunga (bukan nama asli) ke Polresta Tasik, Jumat (26/06) sore.

Warga Manonjaya, Kabupaten Tasik yang baru menginjak usia 15 tahun itu diduga diperkosa ayah tirinya, Wa (41), sejak dia berusia 12 tahun.

Ketua KPAID, Ato Rinanto mengatakan, dalam laporannya korban mengaku telah diperlakukan tak senonoh dan diperkosa oleh ayah tirinya.

“Kasus ini terungkap setelah korban menceritakan aksi ayah tirinya kepada ibunya. Bahwa seminggu lalu, bagian sensitifnya diraba ayah tirinya,” ujar Ato kepada radartasikmalaya.com.

Terang Ato, dari peristiwa itu akhirnya terungkap aksi sebelumnya bahwa korban pernah diperkosa ayahnya.

Berdasarkan laporan itu maka ibu korban melaporkan suaminya didampingi pihaknya ke Polresta Tasik.

“Langkah KPAID selanjutnya adalah memberikan pendampingan proses hukum yang hari ini kasusnya telah dilaporkan ke Polresta Tasik,” terangnya.

Ato menambahkan, langkah lainnya adalah melakukan pendampingan psikis kepada korban maupun keluarganya. “Karena korban mengalami trauma yang cukup berat,” tukasnya.

Diberitakan sebelumnya, kasus dugaan pencabulan kembali terjadi di wilayah hukum Polresta Tasikmalaya.

Bulan (bukan nama asli), warga Manonjaya, Kabupaten Tasik itu kini menginjak usia 15 tahun. Dia dicabuli ayah tirinya, Wa (41).

Korban mengaku diperkosa ayah tirinya, Agustus 2017 lalu, sepekan setelah sang ayah menikahi ibunya. Lalu, belum lama ini korban diperkosa lagi.

(rezza rizaldi)

Berita terkait : Seminggu Nikahi Ibunya, Pria Warga Manonjaya Tasik Perkosa Anak Tirinya
Berita terkait : Pemerkosa Anak Tiri di Manonjaya Tasik Kabur, Polisi Periksa Saksi
Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.