Ditemukan oleh Warga Tergantung di Pohon

Bunuh Anak Tiri, Pelaku Tewas

21

CILAWU – Seorang pria paruh baya yang diketahui bernama Pun (55) ditemukan tewas tergantung di sebuah pohon di Kampung Sidangan Desa Sukamukti Kecamatan Cilawu sekitar pukul 11.30 Selasa (12/2). Diduga, warga Kampung Sidangan Sari Desa Sukamukti Kecamatan Cilawu ini mengakhiri hidupnya karena aksi pembunuhan terhadap anak tirinya mulai terungkap.

“Minggu kemarin kami terima laporan dari RT/RW dan kepala desa soal dugaan pembunuhan. Setelah dilakukan penyelidikan, terindikasi korban dibunuh dan pelaku ada indikasi ke ayah tirinya, yang sekarang gantung diri,” ujar Kapolsek Cilawu Kompol Asep Suherli kepada wartawan kemarin.

Menurut dia, setelah polisi menyelidiki kasus kematian anak tirinya, pelaku diduga resah. Pelaku menghindar dari warga serta meninggalkan rumahnya. Saat itu, warga juga sempat mencari keberadaan pelaku. “Setelah dicari-cari warga, pelaku ditemukan tewas tergantung di pohon yang tidak jauh dari tempat tinggalnya,” katanya.

Sementara itu, Asep menceritakan dugaan pembunuhan muncul ketika anak tiri pelaku yang masih berusia 16 tahun meninggal dunia pada Jumat (1/2). Saat itu, kakak korban melihat ada tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Namun, saat itu jenazahnya tetap dimakamkan meski kakaknya telah melaporkan kecurigaannya kepada pengurus RT dan RW setempat. “Dari keterangan saksi yang memandikan jenazah anak itu ada kecurigaan anak itu dibunuh karena ada bekas-bekas penganiayaan,” jelasnya.

Kejanggalan yang disampaikan saksi yang memandikan jenazah anak tersebut, diantaranya adalah rambut anak perempuan tersebut berantakan, banyak debu di wajah, ada bekas cekikan di leher, dagu, pelipis kanan dan tangan kanan memar, mata melotot dan kaki kanan tegang.

Melihat kejanggalan itu, kata dia, keluarga korban bersama pengurus RT dan RW serta kepala desa datang melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Cilawu. “Laporan itu kami tindaklanjuti dengan penyelidikan. Hasilnya mengarah kepada ayah tirinya yang sekarang ditemukan gantung diri,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.