Bupati Ade Gelontrokan Dana Bantuan untuk Posyandu Kabupaten Tasik

177
0
FOTO BERSAMA. Kader posyandu se-Kabupaten Tasikmalaya foto bersama Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto usai pembinaan akbar di Gedung Islamic Center, Rabu (12/2). RADIKA ROBI RAMDANI / RADAR TASIKMALAYA

SINGAPARNA – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana melakukan revitalisasi seluruh posyandu dan memenuhi seluruh kebutuhannya. Mulai dari sarana dan fasilitas penunjang lainnya.

“Kita juga ingin menguatkan sumber daya manusia (SDM) atau kader dari aspek wawasan dan pemahaman tentang pelayanan kesehatan bagi masyarakat dalam hal ini ibu dan anak,” ujar Bupati Tasikmalaya H Ade Sugianto kepada Radar usai membuka Pembinaan Akbar Kader Posyandu se-Kabupaten Tasikmalaya di Gedung Islamic Center, Rabu (12/2).

Baca juga : Bupati Ade Gelontrokan Dana Bantuan untuk Posyandu Kabupaten Tasik

Ade mengharapkan ke depan seluruh posyandu masuk kategori purnama dan mandiri. Di mana mereka memiliki bangunan sendiri dan jadwal kegiatan yang terorganisasi dengan lebih dari dua kali pelayanan dalam sebulan.

“Kader posyandu pun harus ada inovasi dalam layanan yang diberikan oleh posyandu. Sehingga tidak sekadar memberikan layanan dasar,” ujarnya, menjelaskan.


Saat ini, kata dia, ada kurang lebih sekitar 2.300 posyandu di Kabupaten Tasikmalaya. Di antaranya 492 posyandu sudah berada pada level pratama, sebanyak 1.113 posyandu pada tingkat madya, 542 posyandu di tingkat purnama dan 154 posyandu mandiri.

“Tingkatan posyandu tersebut ditentukan oleh status bangunan posyandu, peran aktif kader dalam kegiatan posyandu serta jumlah kegiatan yang dikerjakan oleh posyandu itu sendiri,” kata Ade.

“Insyaallah pada anggaran 2020 ini, secara bertahap akan menggulirkan bantuan untuk melengkapi sarana dan prasarana yang dibutuhkan posyandu, berupa alat untuk meningkatkan kinerja kader posyandu. Di antaranya timbangan, alat pengukur tinggi dan berat pada bayi dan balita serta seragam bagi seluruh kader posyandu,” katanya.

Baca juga : KPAID: Tak Ada Rekaman CCTV Uwak Peneror Perkosaan di Ciawi Tasik

Kemudian, kata dia, keberadaan posyandu di daerah memiliki peranan strategis dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan ibu, mengembangkan kegiatan kesehatan masyarakat dan KB serta sebagai wahana gerakan reproduksi keluarga sejahtera.

“Sebagaimana diketahui bersama, posyandu merupakan wadah pemeliharaan kesehatan dasar yang dilakukan dari, oleh dan untuk masyarakat yang dibimbing oleh petugas kesehatan,” ucapnya.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DSPMDP3A) Kabupaten Tasikmalaya Drs Roni A Sahroni MSi mengatakan, sebagai langkah awal menuju peningkatan kinerja kader posyandu, pihaknya mengadakan pembinaan akbar dalam rangka revitalisasi posyandu agar lebih maju dan berprestasi dalam berbagai bidang.

“Ini dalam rangka upaya mempertahankan dan meningkatkan kinerja para kader posyandu di Kabupaten Tasikmalaya, maka perlu dilakukan pembinaan secara terpadu dan berkesinambungan untuk mencetak kader-kader profesional,” kata dia. (obi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.