Soal Lambannya Pembangunan Jembatan Sanding

Bupati Banyak Terima Keluhan

13

GARUT KOTA – Bupati Garut H Rudy Gunawan mengaku banyak menerima keluhan dari masyarakat yang terkena dampak pembangunan Jembatan Sanding Jalan Raya Bayongbong Kecamatan Garut Kota. Salah satunya arus lalu lintas yang terganggu.

“Warga banyak yang ngeluh ke saya karena perbaikan Jembatan Sanding ini tidak juga selesai,” ujarnya kepada wartawan Jumat (7/12).

Untuk itu dirinya meminta kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat memantau pengerjaan jembatan tersebut.

“Pembangunan jembatan ini didanai dari provinsi dengan menggunakan anggaran 2018. Seharusnya pengerjaan jembatan selesai bulan ini, tetapi pembangunan belum mencapai target,” terangnya.

Karena pembangunan tidak sesuai target, kata dia, seharusnya Pemprov Jabar bersikap tegas dengan tidak memberikan ruang kepada pelaksana yang kurang serius melaksanakan pekerjaannya.

“Pemprov harus tegas supaya para pelaksana pekerjaan bisa lebih disiplin. Selain menjaga kualitas juga menyelesaikan pekerjaan sesuai batas waktu yang telah ditentukan,” terangnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Garut Uu Saepudin mengaku sudah berkoordinasi dengan Pemprov Jabar terkait pembangunan Jembatan Sanding.

Penyebab lambatnya pembangunan karena pelaksana proyek di Jembatan Sanding juga mengerjakan Jembatan Maktal yang didanai oleh Dinas PUPR Kabupaten Garut.

“Kalau Jembatan Maktal itu proyek Pemkab. Hanya saja pemborongnya sama. Tapi sudah kami minta pengerjaannya sesuai target di akhir tahun ini,” ucapnya.

Untuk Jembatan Maktal, kata dia, pihak pemborong sudah meminta tambahan waktu selama 50 hari. Pengerjaan jembatan harus selesai 30 Desember.

“Walau sudah selesai akhir tahun, operasionalnya belum bisa di awal tahun. Butuh beberapa minggu sampai jembatan bisa digunakan,” terangnya.

Asep Sudrajat (39), warga Munjul Kecamatan Cilawu mengaku kesal karena sudah beberapa bulan pembangunan jembatan membuat kemacetan. Jarak lima kilometer dari rumahnya menuju Garut Kota harus ditempuh sampai 20 menit.

“Soalnya cuma ada satu lajur yang bisa dipakai. Itu juga jembatan sementara yang dipakainya,” ucap Asep Jumat (7/12).

Ia meminta kepada pemerintah untuk mempercepat pembangunan jembatan. Aktivitas warga yang akan menuju ke arah Bayongbong dan selatan Garut menjadi terhambat.

“Anak saya mau sekolah juga sering terlambat. Naik angkot pasti bakal ketahan macet dekat jembatan,” ungkapnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.