Bupati Ciamis Minta Pemdes Sediakan Ruang Isolasi Bagi Pemudik dari Zona Merah, Kades Kesulitan

108
0
MENJELASKAN. Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya MM menjelaskan soal potongan TPP PNS yang akan dialokasikan dalam penanganan Covid-19.

CIAMIS – Menyikapi membludaknya pemudik dari zona merah, Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarnya, meminta pihak pemerintah desa dan kecamatan untuk menyiapkan tempat isolasi mandiri, untuk warganya yang mudik.

Hal tersebut dilakukan sebagai screening dasar, sebelum kembali ke keluarganya masing-masing

“Harus ada tempat khusus yang disedikan oleh pemerintah desa atau kecamatan, seperti cek suhu tubuh dan ditanya asal daerahnya, lalu diarahkan untuk isolasi mandiri, atau di rumahnya masing-masing,” papar Bupati, Selasa (28/4) siang

Bupati menyampaikan, warga yang memaksakan pulang kampung jumlahnya sangat fantastis, setiap harinya.

Maka, dengan kondisi tersebut harus menjadi perhatian sungguh-sungguh dari tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di kabupaten, kecamatan dan sampai tingkat desa.

“Kami menghimbau kepada Camat dan Kepala Desa agar memberikan himbauan kepada warganya terutama yang dari zona merah untuk tidak mudik. Sebagai wujud kasih sayang kepada keluarganya. Karena kita tidak tahu di perjalanan atau dirinya membawa virus tidaknya,” imbaunya.

Herdiat meminta masyarakat agar tenang jangan panik berlebihan. Kepala desa dan para camat agar lebih rajin memantau kondisi masyarakatnya.

Herdiat berharap masyarakat Ciamis tidak sampai ada yang kelaparan, disituasi yang sulit ini.

Untuk itu, para petani diminta agar tetap melakukan aktifitasnya dengan menanam tanaman yang menghasilkan, panen lebih cepat dari segi waktu.

“Intinya kami ajak kepada petani untuk menanam berbagai tanaman untuk dikonsumsi, serta panenya bisa cepat, ” ujarnya.

Dihubungi terpisah Kepala Desa Pamokolan Kecamatan Cihaurbeuti Kabupaten Ciamis, Aon Nurhakim mengaku masih kebingungan dalam menyediakan ruang isolasi bagi warganya.

“Apakah ada warga yang mau diisolasi di aula desa. Terus siapa yang mau memberikan makan? fasitasnya seperti apa? Karena kalau disebutnya karantina harus seteril. Jadi aga kesilitan untuk menyediakan tempat karantina oleh desa,” terangnya.

Aon menjelaskan, lebih dari 100 orang warganya yang mudik dari zona merah. Pihaknya, hanya mampu mengedukasi kepada masyarakat.

“Misalkan baju atau sepatu yang dipakai saat datang dari zona merah jangan dibawa ke dalam rumah. Namun semuanya harus dibersihkan dulu, atau direndam oleh air hangat,” ucapnya.

Di pos desa, lanjut dia, pihaknya melakukan penyemprotan dan cek suhu tubuh. Lalu warganya disarankan, untuk tidak kontak fisik dan 14 hari tak keluar rumah.

Setelah 14 hari karantina bisa bergaul dengan masyarakat. “Makanya kalau di desa harus menyediakan tempat karantina, bayangkan ads 100 orang lebih, kami akan kesulitan,” tandasnya.

(iman s rahman)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.