Diduga Terima 14,5 Persen dari DAK Rp 46,8 Milar

Bupati Cianjur Peras 140 Kepsek

184
0
Faisal R Syam / Fin BARANG BUKTI. Tim penyidik KPK menunjukkan barang bukti uang hasil operasi tangkap tangan Bupati Cianjur Rp 1,5 miliar terkait kasus suap di Gedung KPK, Jakarta, Rabu (12/12).

CIANJUR – Bupati Cianjur Irvan Rivano Muchtar ditetapkan sebagai tersangka pemerasan kepala sekolah (kepsek) menengah pertama (SMP) terkait Dana Alokasi Khusus (DAK) Pendidikan.

Diduga Rivano cs menerima 14,5 persen dari total Rp 46,8 miliar DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur.

Selain Bupati Cianjur, tiga orang tersangka lainnya adalah Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Cianjur Cecep Sobandi (CS), Kepala Bidang SMP Rosidin (Ros) dan Tubagus Cepy Sethiady (TCS) selaku kakak ipar Bupati Cianjur.

“KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan serta menetapkan empat orang tersangka,” ucap Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (12/12).

Namun Tubagus belum terjerat KPK. Basaria pun meminta Tubagus menyerahkan diri. “Dalam OTT ini, KPK mengamankan uang Rp 1.556.700.000 dalam mata uang rupiah pecahan 100 ribu, 50 ribu, dan 20 ribu,” imbuh Basaria.

Basaria mengatakan diduga Bupati Cianjur bersama sejumlah pihak telah meminta, menerima, atau memotong pembayaran terkait DAK Pendidikan Kabupaten Cianjur tahun 2018 sebesar 14,5 persen dari total Rp 46,8 miliar.

Menurut KPK, TCS dan Rosidin yang menjabat pengurus MKKS Cianjur diduga berperan menagih fee dari DAK Pendidikan kepada sekitar 140 kepala sekolah penerima bantuan.

Basaria menyebut dari sekitar 200 SMP yang mengajukan alokasi DAK, ada 140 SMP di Cianjur yang disetujui. “Diduga alokasi fee terhadap IRM, Bupati Cianjur adalah 7 persen dari alokasi DAK,” papar Basaria.

Sementara, keempat tersangka itu disangkakan melanggar Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 huruf f atau Pasal 12 B Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP juncto Pasal 64 ayat 1 KUHP.

Sekretaris Dinas Pendidikan Cianjur Asep Saepurohman mengatakan jika kantor Disdikbud kedatangan lima orang yang tidak dikenal membawa kunci ruangan Kepala Dinas dan ruang Kepala Bidang SMP yang terletak berjauhan.

Tetapi, dia belum bisa memastikan apakah kelima orang tersebut dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atau preman yang melakukan tindak kriminal terhadap dua orang penting di Dinas Pendidikan Cianjur.

“Saya hanya mendapat cerita dari beberapa orang staf terkait kedatangan lima orang yang tidak dikenal membawa kunci ruangan kadis dan kabid. Mereka datang pagi-pagi, empat orang laki-laki dan satu orang perempuan,” katanya kepada wartawan.

Dia mengaku tidak tahu menahu terkait ditangkapnya kedua petinggi di Disdik Cianjur itu, terkait kasus apa atau operasi tangkap tangan, namun dia mengiyakan kedua orang tersebut tidak terlihat sejak pagi hingga siang menjelang, bahkan telepon selular keduanya tidak dapat dihubungi.

“Saya masih melakukan koordinasi dengan staf terkait masalah Ini. Untuk pastinya nanti kalau sudah ada informasi lebih lanjut,” katanya. (bbs/bay/red)

Kronologi Penangkapan

Pukul 05.00
KPK mengidentifikasi terjadinya perpindahan uang dari mobil Rosidin yang dibawa oleh D (sopir) ke mobil Cecep Sobandi. Uang tersebut dikemas dalam kardus berwarna coklat.
Tim KPK mengetahui bahwa kardus yang dibawa di mobil Rosidin tersebut berisi uang yang sebelumnya telah dikumpulkan dari sejumlah kepala sekolah SMP di Cianjur.
Kemudian, tim KPK mengamankan dua orang yakni Cecep Sobandi dan D di halaman Masjid Agung Cianjur.
Pukul 5.17
Tim mengamankan Rosidin di kediamannya.
Pukul 05.37
Tim bergerak ke rumah pribadi Taufik Setiawan dan Rudiansyah serta mengamankan keduanya di rumah masing-masing.
Pukul 06.30
Tim memasuki pendopo Bupati dan mengamankan Irvan Rivano Muchtar, Bupati Cianjur di rumah dinasnya.
Pukul 10.30
Enam orang pertama dibawa langsung ke Kantor KPK.
Pukul 12.05
Tim mengamankan Budiman di sebuah Hotel di Cipanas, Jawa Barat, dan tiba di Kantor KPK sore hari.
*) Sumber: KPK

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.