Bupati Garut Blak-blakan Soal Anggaran BOP DPRD

43

GARUT– Kasus dugaan korupsi Biaya Operasional (BOP), Mamin dan Kesekretariatan DPRD Garut kini tengah diselidiki Kejaksaan Negeri (Kejari) Garut.

Sejumlah pejabat di lingkungan DPRD pun akan kembali dilakukan pemeriksaan.

Menyikapi hal tersebut, Bupati Garut Rudy Gunawan mengatakan, kasus dugaan korupsi yang terjadi dilingkungan DPRD Garut sudah menjadi kewenangan Kejaksaan.

“Kita menghargai proses hukum yang sedang ditangani Kejaksaan, terutama rencana pemanggilan sejumlah pejabat di DPRD Garut. Itu sudah ranah kejaksaan,” ujarnya pada wartawan, saat ditemui usai menghadiri halal bihalal di lingkungan Setda Garut, Senin (10/6) .

Dikatakan Rudy, terkait anggaran BOP DPRD yang ramai diberitakan sebesar Rp46 Miliar.

Angka tersebut sangat fantastis dan terlalu besar.

“Jadi begini angka tersebut sangat besar dan salah angkanya. BOP Bupati Garut juga untuk satu tahun hanya sebesar Rp600 Juta, ya kalau Rp300 Juta/tahun sangat rasional,” katanya.

Rudy juga mengaku, akan segera merombak seluruh jajaran yang ada di Sekretariat DPRD Garut jika kinerjanya buruk termasuk terbukti bersalah hasil pemeriksaan Kejaksaan.

“Kita akan rombak seluruhnya pada rotasi dan mutasi yang akan dilaksanakan bulan Juli mendatang,”sebutnya.

Diketahui Kejaksaan Negeri Garut saat ini sedang menangani kasus dugaan korupsi yang terjadi di lingkungan DPRD Garut, baik anggaran BOP DPRD, Mamin Fraksi, Mamin Pimpinan dan Anggaran Pokok Pikiran (Pokir) DPRD. (son/rmool/pojokjabar)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.