Bupati Garut :Kerugian Negara Proyek SOR Sudah Dikembalikan

39
MENJELASKAN. Bupati Garut H Rudy Gunawan didampingi kapolres garut, dandim dan wakil bupati menjelaskan terkait temuan BPK pembangunan SOR Ciateul di halaman kantor MUI Garut Jumat (9/11). (Yana Taryana / radartasikmalaya.com)

Siapa Presiden Pilihan Mu ?

TAROGONG KIDUL – Bupati Garut H Rudy Gunawan menyebutkan kerugian negara dari proyek pembangunan Sarana Olahraga (SOR) Ciateul di Kecamatan Tarogong Kidul telah dikembalikan sesuai Laporan Hasil Pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (LHP BPK).

“Kerugian negara itu sudah kami kembalikan, totalnya itu sekitar Rp 700 jutaan dan sudah selesai semuanya,” ujarnya saat ditemui di Kantor MUI Kabupaten Garut Jumat (9/11).

Dari total pengembalian terdiri dari dua item, yakni fisik item pekerjaan yang terlaksana pada pembangunan Sport Hall senilai Rp 491 juta dan item kedua pekerjaan struktur beton tidak sesuai spesifikasi minimal sebesar Rp 435 juta.

”Jadi bukan Rp 5 miliar kerugian negara itu dan semuanya sekarang sudah dikembalikan semuanya,” terangnya.

Terkait proses hukum yang saat ini dilakukan oleh pihak kepolisian, Rudy mengaku akan mengikuti proses hukum tersebut.

“Kita ikuti saja proses hukumnya kalau masalah ini diproses pihak kepolisian,” terangnya.

Bupati mengaku kesal karena proyek pembangunan SOR Ciateul yang digarap oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) sudah tiga tahun tidak kunjung selesai.

Ia akhirnya mengalihkan proyek pembangunan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) karena Dispora dinilai tak sanggup mengerjakan.

Namun setelah dialihkan ke Dinas PUPR, proyek juga tetap tak kunjung selesai. Anggaran proyek pun belum sepenuhnya terserap.

“Tahun pertama dikerjakan oleh Dispora dan tidak beres. Makanya tahun kedua dialihkan dari Dispora ke PUPR. Eh di PUPR tidak selesai juga,” ungkapnya.

Rudy menerangkan total anggaran yang disediakan untuk pembangunan Sport Hall Ciateul sebesar Rp 16 miliar.

Tahun pertama yakni 2016 hanya diserap 23 persen anggaran yang ada. Sedangkan di tahun kedua, kata dia, yang terserap totalnya hanya 52 persen anggaran.

“Sisa anggaran proyek ini masih ada di kas Pemkab Garut Rp 5 miliar lagi. Saat ini belum dikeluarkan karena tidak ada yang mengerjakan,” terangnya.

Rudy menerangkan tidak terserapnya anggaran dan pekerjaan yang tidak kunjung selesai, itu karena proyek tersebut tidak dikerjakan oleh satu pemborong. “Jadi di sub-sub kan kepada yang lain, jadi tidak beres,” katanya.

Maka dari itu, pihaknya sudah memberikan teguran kepada Dispora dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terkait masalah pembangunan SOR ini.

”Sanksi tidak diberikan, tapi kami tegur supaya Dispora dan PPK untuk mengembalikan kerugian negaranya dan itu sudah selesai,” terangnya.

Sanksi diberikan kepada dinas karena selaku pengguna anggaran. “Jadi kesalahan Dispora itu terkait pengeluaran. Harusnya dibayar 23 persen tapi malah dibayar 27 persen. Jadi lebih 3 persen dan itu sudah dikembalikan,” terangnya.

Kapolres Garut AKBP Budi Satria Wiguna mengaku saat ini pihaknya masih terus mengembangkan terkait kasus SOR Ciateul ini. “Tunggu saja, sebentar lagi kita sedang proses,” paparnya. (yna)

CALEG KITA

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.