Bupati Garut: Semua Tempat Wisata Aman Dikunjungi, Bukan Zona Merah

118
0
BERMAIN. Sejumlah wisatawan sedang bermain air di taman air Darajat Pass di Kecamatan Pasirwangi, kemarin (30/10). Bupati Garut Rudy Gunawan memastikan tempat wisata di Garut aman dari Covid-19. Yana Taryana / Rakyat Garut

TAROGONG KIDUL – Bupati Garut H Rudy Gunawan memastikan seluruh tempat wisata di Kabupaten Gerut aman untuk dikunjungi, karena bukan wilayah zona merah penyebaran Covid-19.

“Yang zona merah itu kawasan perkotaan, kalau tempat wisata seperti Cipanas, Darajat itu tidak termasuk. Jadi aman dikunjungi,” ujar Rudy kepada wartawan, Jumat (30/10).

Menurut dia, meski seluruh kawasan wisata yang berada di wilayah Garut bebas dari zona merah, namun Rudy meminta para pengunjung tetap patuh melaksanakan protokol kesehatan saat musim libur panjang ini.

“Kita tidak bisa melarang orang untuk berwisata ke Garut, asalkan mematuhi protokol kesehatan dengan selalu memakai masker, rajin cuci tangan dan menjaga jarak,” ujarnya.

Rudy menerangkan, untuk mengantisipasi ada penyebaran Covid-19 di tempat wisata, pihaknya selain terus memberikan imbauan, juga menyiapkan tim medis untuk memeriksa kondisi kesehatan pengunjung.

“Jadi ada dua yang kita lakukan, yaitu pengetatan protokol kesehatan di tempat wisata dan siapkan tenaga medis,” terangnya.

Baca juga : Pemkab Siapkan Lahan Pemakaman Baru untuk Warga Garut Kota

Dihubungi terpisah, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Garut, Budi Gan Gan mengatakan memasuki libur panjang ini sejumlah objek wisata di Garut, mulai ramai dikunjungi wisatawan lokal maupun dari berbagai daerah.

“Sekarang sudah mulai lumayan ramai. Tempat wisata banyak dikunjungi,” katanya.

Ia menuturkan, kondisi objek wisata yang terpantau cukup ramai itu di wilayah dekat dengan perkotaan Garut atau jalan utama di Garut.

Sedangkan objek wisata di selatan, kata dia, masih terlihat normal, belum dilaporkan ramai oleh pengunjung di hari libur nasional Maulid Nabi Muhammad SAW. “Di wilayah selatan (objek wisata pantai) biasa saja,” terangnya.

Ia menyampaikan Kabupaten Garut seringkali menjadi tujuan wisata dari berbagai daerah saat musim libur akhir pekan maupun libur nasional.

Namun dalam kondisi pandemi Covid-19 ini, kata dia, ada aturan yang harus dipatuhi oleh pengunjung maupun pengelola objek wisata yakni mentaati protokol kesehatan untuk mencegah penularan Covid-19. “Protokol kesehatan harus dipatuhi,” katanya.

Dia berharap penegakan disiplin protokol kesehatan itu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengunjung maupun pengelola objek wisata, hotel, restoran dan masyarakat umum di Garut.

“Semoga wisatawan dapat menikmati destinasi yang ada di Garut dengan nyaman, aman, tertib,” katanya.

Pengelola Hotel Sumber Alam Azzahra Munirul Jannah,  mengatakan libur panjang pekan ini jumlah kamar yang dibooking wisatawan diatas 90 persen. “Alhamdulillah angka kunjungan hotel mulai meningkat lagi,” ujarnya.

Menurut dia, bukan hanya hotelnya saja yang kini mulai ramai, sejumlah hotel lainnya yang ada di Cipanas kini mulai menjadi pilihan wisatawan. Angka booking kamar-kamar hotel lainnya dari informasi yang diterimanya diatas 50 persen.

Walau begitu, menurutnya wisatawan yang datang ke Cipanas kini banyak yang lebih memilih kamar dengan konsep bungalow yang bangunannya tidak berdekatan. Walau begitu, tetap saja para pengelola hotel harus menyiapkan budget ekstra untuk menyiapkan berbagai peralatan guna menunjang diterapkannya protokol kesehatan.

“Dari awal pandemi, barangkali liburan panjang ini yang paling banyak wisatawan yang menginap. Diawali dari awal Oktober, tapi tidak seramai ini,” katanya.

Pemantauan pengunjung hotel, diakui Zahra tidak hanya dilakukan oleh pengelola hotel saja. Hotelnya pun kini selalu dipantau oleh petugas dari TNI, Polri, dan petugas lainnya dari Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.