Bupati: Jangan Ada Lagi Pungutan ke Calon haji

30
Ilustrasi

TAROGONG KIDUL – Bupati Garut H Rudy Gunawan memastikan tidak ada pungutan lagi untuk biaya transportasi dan makan selama perjalanan pulang-pergi kepada calon jemaah haji. Hal itu karena Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut sudah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 700 juta untuk biaya tersebut.

“Ini sudah kami anggarkan. Jadi saya minta jangan ada lagi pungutan biaya yang dibebankan kepada calon jamaah haji,” ujar Rudy kepada wartawan di kantornya Jalan Pembangunan Kecamatan Tarogong Kidul Senin (15/7)

Menurut dia, total anggaran yang dikucurkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Garut dianggarkan untuk membantu kebutuhan transportasi perjalanan jamaah haji pulang-pergi, dari titik pemberangkatan di Pendopo Garut sampai embarkasi Bekasi. “Anggaran yang sudah dikucurkan ini untuk bus dan untuk makan. Anggaran itu sudah cukup, jangan ada lagi pungutan-pungutan lain oleh petugas,” katanya.

Pihaknya memastikan tidak ada lagi pemungutan kepada para jemaah untuk biaya transportasi. “Kalau ada yang memungut untuk transportasi, laporkan saja,” katanya.

Rudy menerangkan total jamaah haji asal Kabupaten Garut sebanyak 1.930 orang ditambah 15 pendamping yang terbagi dalam lima kelompok terbang (kloter). “Sekarang jumlah jamaah bertambah 300 orang, kalau tahun kemarin 1.600-an orang,” katanya.

Dua kloter jamaah haji asal Garut sudah diberangkatkan pada 9 Juli dan 14 Juli 2019, tiga kloter lagi sedang menunggu jadwal pemberangkatan yakni pada 21 dan 22 Juli, terakhir 30 Juli 2019. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.