Bupati Minta Warga Garut Waspadai Corona di Klaster Keluarga

419
0
radartasikmalaya.com

TAROGONG KIDUL – Penyebaran virus corona atau Covid-19 di Kabupaten Garut kota mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Penyebaran Covid-19 Garut saat ini sudah terjadi di berbagai klaster, dari mulai di lingkungan masyarakat, fasilitas kesehatan hingga keluarga.

“Memang sekarang terjadi lonjakan yang cukup tinggi. Yang paling banyak saat ini di klaster keluarga,” ujar Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Garut Yeni Yunita kepada wartawan, Selasa (20/10).

Dengan meningkatnya klaster keluarga ini, kata dia, maka masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan dan mematuhi seluruh protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak.

“Protokol kesehatan ini harus diterapkan selain ketika beraktivitas di luar juga di dalam rumah. Mengingat saat ini sudah terjadi klaster keluarga,” terangnya.

Yeni menerangkan, berdasarkan data yang dihimpun sampai Senin (19/10) pukul 20.30, jumlah kasus positif Covid-19 seluruhnya 428 kasus. Dari jumlah tersebut, 149 Kasus isolasi dan perawatan di RSUD dr Slamet, 265 kasus sembuh dan 14 kasus meninggal dunia.

“Dari total kasus positif ini, penularan dari klaster keluarga semakin meningkat. Klaster keluarga ini merupakan penularan virus dari salah satu anggota keluarga pada anggota keluarga yang lainnya,” katanya.

Yeni menerangkan, dengan meningkatnya kasus positif Covid-19 di klaster keluarga ini, upaya pencegahan menjadi sangat penting, yakni dengan menumbuhkan kesadaran dan kewaspadaan di dalam keluarga itu sendiri.

Upaya pencegahan ini, kata dia, bertujuan mengurangi risiko penularan, dengan tetap memakai masker di rumah, terapkan etika batuk dan bersin, cuci tangan, makan bergizi seimbang, istirahat yang cukup serta kelola stres.

Terpisah, Bupati Garut Rudy Gunawan mengingatkan seluruh masyarakat mewaspadai lonjakan kasus positif Covid-19 dengan selalu patuh menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas maupun berinteraksi di luar rumah agar terhindar dari penularan Covid-19.

“Sekarang ini masyarakat abai, makanya kita terus melakukan langkah-langkah untuk mencegah penularan Covid-19,” katanya.

Baca juga : RS Swasta di Garut Tolak Pasien Corona, Bupati Kecewa

Ia menuturkan selama ini di sejumlah tempat keramaian seperti pasar terlihat banyak orang yang mengabaikan protokol kesehatan, salah satunya tidak membiasakan diri menggunakan masker saat berinteraksi.

Menurut dia, patuh pada protokol kesehatan merupakan satu-satunya cara agar tidak terjadi penularan maupun lonjakan kasus positif Covid-19 di Garut.

“Kalau memang kasusnya banyak maka akan diberlakukan PSBM (Pembatasan Sosial Berskala Mikro) atau parsial,” katanya.

Ia menyampaikan penyebaran cukup banyak kasus positif Covid-19 itu, selain klaster keluarga, juga lembaga pendidikan pondok pesantren.

Bupati berharap, lembaga pendidikan yang kewenangannya di bawah Kementerian Agama untuk mematuhi protokol kesehatan saat melakukan berbagai kegiatan belajar.

“Sekolah yang dibuka di bawah Depag (Kementerian Agama) boleh dibuka tapi perhatikan protokol kesehatannya,” terangnya.

Pemkab Garut terus berupaya menelusuri dan melakukan tes swab terhadap warga yang memiliki risiko tinggi penularan Covid-19 seperti tenaga kesehatan dan warga yang kontak erat dengan pasien covid-19.

Selama ini, tambah dia, sudah melakukan tes swab sampai 31 ribu orang, padahal target sebelumnya 27 ribu orang, dan selanjutnya akan terus dilakukan untuk mendeteksi secara dini penyebaran Covid-19 di Garut. “Kita sudah 31 ribu, sudah lebih target 27 ribu (tes swab, Red),” paparnya. (yna)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.