Hanya untuk Warga Kabupaten Tasik
SIAPA BUPATI & WAKIL BUPATI PILIHAN ANDA?

4%

19.6%

8.1%

68.3%

Bupati Pangandaran Deg-Degan, Minta Kota-Kabupaten se-Jabar Kompak Hadapi Pemudik

2902
3

PANGANDARAN – Tim Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Pangandaran memantau perkembangan Posko Perbatasan di hari pertama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

Bupati Pangandaran H Jeje Wiradinata
langsung memantau Posko Perbatasan Jawa Barat dan Jawa Tengah di Kecamatan Kalipucang.

Ternyata masih banyak pemudik yang datang dari zona merah dan masyarakat belum sadar aturan pembatasan moda transportasi saat PSBB.

“Saya deg-degan karena setelah pemberlakuan PSBB masih ada yang pulang kampung atau mudik dari zona merah. Apalagi sampai saat ini sebanyak 508 orang pemudik sudah masuk Pangandaran,” ujar kepada Wartawan, Rabu (6/5).

“Maka himbau warga Pangandaran yang masih diperantuan jangan sampai pulang dulu,” harapnya.

Selanjutnya, Jeje meminta kota-kabupaten se-Jawa Barat kompak dalam melaksanakan PSBB dengan tegas.

Sehingga tidak mungkin banyak pemudik yang datang ke kampung halamannya, karena sedang melakukan pencegahan pandemi Covid-19.

“Seharusnya semua kota/kabupaten Jawa Barat sepakat menolak pemudik atau yang akan pulang kampunh. Jadi saat di perjalanan nya mereka bisa diputarbalikkan kembali ke tempat asal,” ujarnya.

Pihaknya pun dilematis ketika pemudik sudah sampai Pangandaran dan harus dipulangkan.

“Masa harus dipulangkan lagi. Kami terpaksa jika ada yang datang dari zona merah, maka harus dimasukkan ke isolasi khusus jadinya,” katanya.

Dalam menjalankan PSBB, kata Jeje, masyarakat di Pangandaran sudah terbiasa pakai masker, jaga jarak fisik, dan pembatasan fasilitas umum dan pembatasan tempat perkantoran.

Namun yang belum terbiasa pembatasan penumpang moda transportasi yang harus disosialisasikan kepada masyarakat yang masif.

“Nanti dua hari ke depan dalam pelaksanaan PSBB akan dilakukan evaluasi dengan seluruh gugus tugas tingkat kecamatan dan desa sehingga dapat memberikan keamanan masyarakat dari Covid 19,” ujarnya.

(fatkhur rizqi)

loading...

3 KOMENTAR

  1. Saya mau menanyakan sesuatu ..
    Apakah pemerintah kota Pangandaran siap untuk memberikan bantuan kepada warga Pangandaran yang berada di kota orang lain / perantau . Bantuan berupa apapun itu , dikarna kan ga semua orang yang tinggal di perantauan itu punya dana yang memadai untuk sehariĀ² nya.
    Harusnya terdata biar bisa merata untuk bantuan dari pemerintah nya.
    Baru para perantau bisa untuk beralasan tidak mudik

  2. Aturannya gak bersekolah. Harus nya sebegai pemimpin itu mencari solusi bukan nambah masalah. Saya asli org pangandarani sekarang lagi di zona merah. Semisalnya saya gak kuat bayar kosan. boro boro buat bayar kosan buat makan aja tiap hari saya nyari org yg dermawan yg bagiin di jalanan. Sengaja saya seperti itu agar mengurangi pengeluaran, saya kerja harian. Sekarang kerja ya sekarang makan kalo ngak kerja ya makan jalan trs.
    Wooy inget org perantau itu tidak semuanya bergaji. Mungkin pemerintah lebih seneng liat rakyat nya kelaparan di kampung org trs tidur di jalanan. Apa itu keinginan pemimpin yg di pilih rakyat. Emng pernyataan pak jokowi lucu dengan stetmen mudik dan pulang kampung. Tapi itu fakta. Pa jokowi tau lapangan nya gmn. Walupun dengan pernyataan itu sedikit seperti org bodoh.
    Cobalah cari solusi. beridentitas di daerah boleh pulkam kalo ber ktp zona merah ya gak boleh pulkam. Di filter wooy jagan mikirin rakyat yg di kampung, pikirin rakyat yg ngerantau, gua juga rakyat. Disini kita ngk dapet bantuan!! Kita bukan hewan kita juga punya perasaan punya akal pikiran.
    Apa sih solusi nya apa. Menurut saya org yg hanya lulusan smp karantina atau isolasi. Kita siap ko di isolasi. kita juga syg sama keluarga di kampung. Ngak mau bawa penyakit. Lebih baik di isolasi di kampung dari pada kelaparan di kampung org.

  3. sy yg merantau diluar negara’pun terbatasi lingkup ruangnya.untuk mudik pulkampun tdk bisa.semoga di Indonesia kembali normal setelah psbb.untuk pencegahan.semoga ekonomi kembali pulih.yg diperlukan vaksin nya.dana anggaran buat rakyat memang diperlukan.tapi harus sampai ke rakyat dana bantuan itu.perlu pemantauan biar sampai ke rakyat.sidak.dampak psbb untuk beraktivitas terbatas mata pencaharian pun berkurang.. rakyat kecil terkena imbasnya pedagang buruh.kuli bangunan yang pendapatan nya dari penghasilan serabutan.skrng jadi tidak ada pemasukan.semoga memerintah daerah peka terhadap masyarakat yg membutuhkan suntikan dana.untuk keperluan masyarakat.sembakopun harus sampai kalau bisa terjun sendiri jgn dititipkan karena manusia tdk sama gk sepenuhnya jujur ada yg gak kebagian.belusukan lihat sndri situasi masyarakat sekitar.gk rugi kan terjun langsung kelapangan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.