Bupati Pangandaran Pimpin Penanaman Ribuan Pohon di Lokasi Pembalakan Liar

198
0

PARIGI – Bupati Pangandaran, Jeje Wiradinata memimpin langsung gerakan penanaman ribuan pohon di areal perambahan hutan blok Kitambaga, Dusun Banjarsari, Desa Selasari Kecamatan Langkaplancar, Kabupaten Pangandaran, Kamis (16/01).

Turut serta dalam kegiatan tersebut, Kapolres Ciamis, Dandim Ciamis, Ketua DPRD Pangandaran, Adm Perhutani Ciamis, para Kepala SKPD dan staf, relawan, pelaku wisata hingga masyarakat setempat.

“Hari ini kita menanam lebih dari seribu pohon melibatkan semua unsur pemerintah daerah, Kodim Ciamis, Kapolres Ciamis, unsur-unsur masyarakat dan Perhutani melakukan reboisasi lahan yang beberapa bulan lalu terkena pembalakan,” ungkapnya.

Lanjutnya, penanaman pohon menjadi salah satu pola dalam penanganan lahan kritis di Kabupaten Pangandaran.

Menurut Jeje, bencana yang terjadi seperti banjir longsor banyak diakibatkan oleh faktor manusia yang hanya memikirkan keuntungan sesaat dengan melakukan pembalakan di hutan-hutan yang dilindungi.

Jaga Leuweung juga akan kita bentuk di seluruh desa yang memiliki hutan, agar bisa menjaga dengan baik,” ujarnya.

Dikatakan Jeje, jika masyarakat ingin memanfaatkan lahan di area hutan produksi, pemerintah daerah membuka jalan koordinasi.

“Daru luasan lahan itu kan ada lahan yang bisa digunakan untuk kepentingan masyarakat, kira-kira dua puluh persen, kecuali lahan-lahan yang tidak boleh diganggu untuk konservasi,” ungkapnya.

Jeje berharap, gerakan penanaman pohon menjadi momentum dalam upaya menjaga hutan.

“Bagi yang suka membalak, ayo kita ngomong, datang secara pribadi atau kelompok. Bagaimana caranya kan bisa dibicarakan, tidak dengan cara membabat hutan yang berakibat sangat fatal,” ujarnya.

Menurut Jeje, wilayah yang rusak akibat pembalakan liar merupakan wilayah hutan penyangga yang menjadi sumber air di sejumt obyek wisata seperti Green Canyon, Citumang, Batulumpang dan sejumlah obyek wisata lainnya.

Selain itu, juga menjadi penyangga sumber air untuk pemanfaatan lahan pertanian.

Saat ini, lanjutnya, pihaknya sudah membentuk Jaga Leuweung dengan jumlah personil 150 orang yang merupakan masyarakat setempat.

“Mereka akan dilatih agar memahami hutan dari sisi ilmu. Kita juga akan memfasilitasi kendaraan, operasional untuk melakukan penjagaan,” tandasnya.

Berikut video statement Bupati Pangandaran Jeje Wiradinata tentang pentingnya reboisasi lahan gundul akibat pembalakan liar:

(nana suryana)

loading...