PKL Jalan Ahmand Yani Dianggap Langgar Perda

Bupati: Pengkolan Itu Harus Bersih

34
0
BERJAGA. Petugas Satpol PP bersama anggota TNI dan Polri berjaga di Jalan Ahmad Yani Rabu (10/7). Pemkab Garut terus berupaya melakukan penertiban di Jalan Ahmad Yani. Yana Taryana / Rakyat Garut

GARUT KOTA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut tidak akan memberikan toleransi terhadap para pedagang kaki lima (PKL) yang berjualan di sepanjang Jalan Ahamad Yani Kecamatan Garut Kota. PKL di wilayah Pengkolan tersebut akan ditertibkan.

“Sekarang tidak ada toleransi lagi, wilayah Pengkolan itu harus bersih. Masyarakat sudah marah,” ujar Bupati Garut H Rudy Gunawan usai menerima audiensi dengan PKL di Pendopo Garut Rabu (10/7).

Saat ini, pihaknya sudah melakukan penertiban PKL di Jalan Ahmad Yani, dari mulai alun-alun sampai Perempatan Asia. PKL tidak diperbolehkan lagi jualan di wilayah tersebut karena melanggar Peraturan Daerah (Perda) terkait Kebersihan, Ketentraman, dan Keindahan (K3).

“Sekarang kita akan tegakkan perda kepada PKL ini. Kami sudah memberikan waktu selama tiga tahun untuk bisa pindah ke gedung PKL yang sudah disiapkan, tetapi mereka menetap dan membuat semerawut. Kita tindak sekarang,” ujarnya.

Kepala Bidang Penegakan Peraturan Daerah Satpol PP Kabupaten Garut Frederico mengatakan penertiban PKL di wilayah Pengkolan sudah dilakukan beberapa hari dan puncaknya kemarin. Dalam penertiban itu pihaknya menyiagakan polisi dan TNI untuk mengantisipasi adanya gejolak. “Alhamdullilah aman, tidak terjadi apa-apa,” katanya.

Dia menerangkan penertiban PKL di Jalan Ahmad Yani dilakukan karena pedagang sudah melanggar Perda 18 tahun 2017 soal K3. “Kami hanya menjalankan amanat perda. Ini sudah harga mati juga,” ucapnya.

Pihaknya akan tetap mengawasi selama 24 jam di Pengkolan. Jika ada PKL yang bersikukuh berjualan, pihaknya akan melakulan tindakan tegas. “Dalam perda itu kan ada sanksinya. Yakni kurungan tiga bulan atau denda Rp 50 juta. Sanksi itu akan kami tegakkan,” katanya.

Federico menambahkan PKL yang saat ini ditertibkan diimbau bisa berjualan di Gedung PKL 1 dan 2 yang sudah disediakan pemerintah di Jalan Guntur.

Ketua Lembaga Pedagang Kaki Lima Garut (LPKLG) Tatang mengaku tidak bisa berbuat apa-apa ketika pedagang dilarang berjualan di Jalan Ahmad Yani. “kami juga sudah ketemu sama bupati. Katanya harga mati Pengkolan bersih (dari PKL),” katanya.

Ia menyebut ada sekitar 800 lebih PKL yang kehilangan mata pencaharian akibat dilarang berjualan. Pemkab sudah meminta pedagang pindah ke Gedung PKL 1 dan 2. Namun PKL menolak karena omzet yang didapat menurun drastis. “Harus ada uji kelayakan dulu dari dinas terkait soal Gedung PKL ini. Dulu kan sudah pernah ditempatin delapan bulan. Tapi tidak menguntungkan,” ucapnya.

PKL berharap ada kebijakan dari bupati untuk kembali berjualan di Pengkolan. Tatang pun tak merasa melanggar Perda K3. “Harus ada aturan baru soal Pengkolan ini. Bukan revisi aturan. Kalau diterapkan Perda K3, semua PKL yang ada harusnya kena,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.