Bupati & Sekda Ciamis Gagal Divaksin Perdana

40
0
VAKSINASI. Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya meninjau langsung proses vaksinasi yang dilaksanakan, Senin (1/2/2021). MAN S RAHMAN/RADAR TASIKMALAYA
Loading...

CIAMIS – Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya dan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Ciamis H Tatang lolos dari vaksinasi yang digelar secara serentak pada Senin (1/2/2021) sekitar pukul 08.00. Keduanya tidak memenuhi syarat untuk mengikuti vaksinasi, bupati usianya sudah 56 tahun dan sekda memiliki riwayat darah tinggi.

Bupati Ciamis Dr H Herdiat Sunarya menyampaikan, sebetulnya sudah sangat siap untuk mengikuti vaksinasi Covid-19. Namun, batasan usia tidak memenuhi syarat untuk mendapatkan vaksin, sehingga dibatalkan atau tidak diperbolehkan.

“Mudah-mudahan dengan dilaksanakannya vaksinasi ini bisa bermanfaat bagi tenaga medis sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kesehatan,” ujarnya kepada wartawan, Senin (1/2/2021).

Baca juga : Warga Desa Indragiri Ciamis Tanam Pohon di Kawasan Retakan Tanah

Tempat yang sama, Wakil Bupati Ciamis Yana D Putra mengaku setelah mendapatkan vaksinasi tidak ada efek samping apa pun yang dirasakan. Maka dari itu, dia mengajak kepada masyarakat Ciamis untuk tahapan selanjutnya jangan pernah takut mengikuti vaksinasi.

loading...

“Kami sampaikan kepada masyarakat jangan takut divaksin, ini adalah ikhtiar memutus mata rantai Covid-19 di Ciamis dan umumnya di Indonesia,” ujarnya, menjelaskan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis dr Yoyo mengatakan, sebanyak 6.600 vial vaksin Sinovac ini untuk 3.300 orang.

Sebelumnya Kabupaten Ciamis akan mendapat 7.600 vial atau untuk 3.800 orang. Namun setelah dilakukan verifikasi ternyata ada yang positif dan komorbid sehingga tidak bisa divaksinasi.

“Saat ini vaksinasi serentak di 37 puskesmas, RSUD dan empat rumah sakit swasta, target setiap hari di puskesmas 40 orang, targetnya tiga hari selesai,” katanya, menjelaskan.

“Pencanangan vaksinasi Covid-19 tahap pertama diberikan kepada tenaga kesehatan, tokoh masyarakat didahulukan sebagai contoh baik dan semoga nantinya masyarakat meminati untuk divaksin,” ujarnya, menambahkan.

Kata Yoyo, bagi para penerima vaksinasi tahap pertama ini nantinya akan diberikan vaksin kembali pada tanggal 16 Februari 2021. Pemberian vaksin yang pertama supaya munculnya antibodi, karena sekali suntikan kurang optimal maka diperlukan penyuntikan kedua selama tenggang 14 hari.

“Kami mengajak kepada semuanya untuk divaksin,” katanya, mengajak. (isr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.