Proyek Pembangunan di Garut Dinilai Buruk

Bupati: Tidak Serius Kita Blacklist Saja

67
0

TAROGONG KIDUL – Bupati Garut H Rudy Gunawan mengaku kecewa dengan proyek pembangunan yang dikerjakan selama ini. Hal itu karena hasil pembangunan yang dikerjakan kontraktor tidak sesuai harapannya.

“Semua proyek pembangunan tidak ada yang bener dikerjakan dan menyisakan masalah. Hampir semua hasil pembangunannya jelek,” ungkapnya kepada wartawan saat ditemui di kantornya Selasa (11/6).

Dia menerangkan proyek pembangunan yang dirasa gagal bukan hanya Pasar Leles. Sejumlah proyek pembangunan, termasuk pembangunan Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) di beberapa kecamatan hasilnya pun dinilai gagal. “Saya cek proyek Puskesmas hampir semuanya gagal. Coba cek sendiri. Bahan bangunannya tidak sesuai spek. Seperti contoh kualitas pintu saja buruk sekali,” katanya.

Bukan hanya pada proyek pembangunan, proyek pengadaan ban untuk kendaaraan truk pengangkut sampah serta pengadaan armada truk yang ditargetkan selesai Mei 2019 pun demikian. Sampai saat ini perusahaan pemenang lelang belum juga melakukan pengadaan. “Kami sudah panggil perusahaannya, tetapi tidak hadir juga. Seperti tidak serius, kita blacklist saja,” tegasnya.

Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), kata Rudy, bahkan menemukan adanya kerugian negara dari beberapa proyek itu. Dari laporan BPK RI, kerugian negara mencapai Rp 1,8 miliar. “Kerugian negara itu ditemukan dari 30 proyek pembangunan di beberapa dinas, salah satu yang besar itu di Pasar Leles,” ujarnya.

Sementara itu, Rudy menduga buruknya kualitas proyek pembangunan di Kabupaten Garut karena tidak selektif dalam proses lelang di Unit Lelang Pengadaan (ULP). Dirinya bahkan mengendus adanya modus-modus yang selama ini digunakan para pemborong untuk mendapatkan proyek pembangunan.

“Kita sudah mengetahui modus-modusnya dan menjadi perhatian. Itu bukti kolusi yang saya perhatikan dan temukan selama ini,” katanya. Ke depannya Pemkab Garut akan memperbaiki proses lelang. Terutama dalam proses penandatanganan kontrak.

Sedangkan temuan dari BPK RI akan menjadi kajiannya agar ke depan penggunaan anggaran dan hasil seluruh proyek berjalan sesuai ketentuan. “Saya ingin proyek pembangunan ini semuanya bagus dan sesuai aturan. Kalau pembangunannya bagus, masyarakat juga bisa menikmati hasilnya,” paparnya. (yna)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.