Buronan Babak Belur Dihajar Warga Indihiang Kota Tasik

2903
0
PROSES HUKUM. Rusyadi, pria yang sudah buron sejak tahun 2019 diperiksa penyidik Unit Reskrim Polsek Indihiang setelah dihakimi masa di Salamnunggal, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya, Selasa (30/6). RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

TASIK – Seorang buronan yang dicari sejak tahun 2019, Rusyadi (46) akhirnya mendekam di tahanan Polsek Indihiang, Selasa (30/6). Dia diamankan setelah menjadi bulan-bulanan warga di Salamnunggal Kelurahan Sirnagalih Kecamatan Indihiang.

Hal itu berawal ketika Rusyadi berteguh di salah satu pekarangan rumah di Salam Nunggal Kecamatan Indihiang, Selasa sekitar pukul 02.00 dini hari.

Baca juga : Forum Mujahid Kota Tasik Akan Polisikan Denny Siregar, Terkait Ini

Karena gelagatnya mencurigakan, dia ditanyai oleh warga sekitar yang melakukan ronda malam.

Ketika ditanya kepentingannya di lokasi tersebut, Rusyadi kebingungan menjawab. Warga pun mencurigainya sebagai maling yang akan melakukan aksinya, sehingga dipukuli warga.

Jajaran Polsek Indihiang pun datang dan mengamankan Rusyadi yang kondisinya sudah babak belur. Saat diperiksa, diketahuilah bahwa dia merupakan buronan yang dicari sejak tahun 2019.

Kapolsek Indihiang Kompol Dikdik menjelaskan bahwa hasil pendalaman, dikatahui bahwa Rusyadi membawa tas ransel laptop, mesin bom dan sejumlah uang. Namun ada KTP orang lain di dompet yang dia bawa.

“Ternyata barang-barang itu memang dia curi di Perum Sirnagalih,” ungkapnya kepada Radar, Selasa (30/6).

Setelah diselidiki lebih lanjut, Rusyadi ternyata merupakan buronan yang sudah masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polsek Indihiang.

Tahun 2019 silam dia mencuri HP dan uang sebesar Rp 1,5 juta di sebuah rumah di Perumahan Bumi Indah Kecamatan Indihiang. “Rekaman CCTV pencurian tahun 2019 itu, wajah pelaku identik dengan dia,” ujarnya.

Maka dari itu, pihaknya pun memperosesnya secara hukum dengan pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan. Modus yang dia lakukan yakni dengan memanjat benteng rumah dan mengambil barang korban.

“Tidak ada perusakan jendela atau pintu, dia masuk dengan menggunakan tangga untuk melompati benteng rumah korban,” tuturnya.

Rusyadi mengakui dia memang sudah melakukan, termasuk pada kasus yang terjadi pada 2019 silam. Namun dia berdalih tidak pernah melakukan pencurian lainnya. “Baru dua kali saja, saya melakukannya sendiri,” terangnya.

Baca juga : Kota Tasik Masuk Fase AKB, Jumlah ODP Terus Naik

Selasa dini hari, dia hendak pulang membawa barang curiannya. Namun karena hujan dia berteguh di pekarangan salah satu rumah dan mencari payung untuk dicuri. “Saya cari payung, jadi warga curiga,” katanya.

Pria yang kesehariannya mengantarkan kerupuk ke warung-warung itu mengaku melakukan aksi pencurian karena desakan ekonomi. Selama pandemi Covid-19 dia kehilangan mata pencaharian. “Karena corona, saya enggak nganterin kerupuk lagi,” tuturnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.