Buruh Bangunan Warga Purbaratu Kota Tasik Tenggelam 3 Meter di Sungai Citaduy

1310
0
radartasikmalaya.com
Tim Identifikasi Polresta Tasik, BPBD, Basarnas, warga dan lainnya mengevakuasi jasad korban tenggelam di Sungai Citanduy, Kamis (24/09) malam. denden ahdani / radartv

KOTA TASIK – Diduga terpeleset saat hendak memasang jaring ikan di pinggir tebing, Kamaludin (40), warga Kampung Pasir Jaya Kelurahan Sukajaya Kecamatan Purbaratu Kota Tasikmalaya, terjatuh dan hilang di Sungai Citanduy, Kamis (24/09) sore sekitar pukul 17.00 WIB.

Korban yang kesehariannya berprofesi buruh bangunan itu jatuh dari tebing bercadas dan akhirnya terseret arus sungai yang deras.

Proses pencarian pun langsung dilakukan tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Basarnas, PMI, Satpol PP, TNI, Polri serta masyarakat setempat.

Namun karena lokasi sungai tersebut sangat curam dan terdapat beberapa tanjakan serta berada di bawah jalan utama sekitar 1 kilometer, proses evakuasi pun sempat terhambat.

Sekitar 5 jam kemudian, korban ditemukan di dasar sungai dengan kedalaman 3 meter. Tim gabungan langsung mengevakuasi jasad korban.

“Kami menerima laporan korban hilang saat Magrib dan berdasarkan informasi dari masyarakat bahwa almarhum jatuh pada pukul 17.00 WIB serta disaksikan oleh 2 orang saksi,” ujar Erik Yowanda, Kasi Darurat Logistik BPBD Kota Tasik kepada wartawan.

Terang Erik yang ditemui di lokasi kejadian, tempat korban jatuh jalurnya cukup curam dan berada di bawah sungai. Sehingga petugas cukup kesulitan untuk mencarinya.

“Karena lokasinya memang sangat dalam. Medannya memang luar biasa sekali, ada 3 tanjakkan curam. Tadi ada beberapa peralatan kita juga ada kendala karena minim persiapan penerangan,” terangnya.

Saat ditemukan, tambah Erik, kondisi korban sudah meninggal dunia. Saat diperiksa pihaknya, ditubuh korban terdapat luka di bagian muka serta ada darah di bagian wajahnya.

“Jasad korban kami temukan di dasar sungai tersebut tersangkut bebatuan,” tambahnya.

Camat Purbaratu, Wawan Gunawan menambahkan, kronologi awal kejadian ini berdasarkan informasi yang dia dapatkan, awalnya korban bersama teman-temannya hendak mengambil ikan di sungai tersebut.

“Informasi dari pihak keluarga bahwa sekitar jam 16.00 WIB yang bersangkutan ada kebiasaan menangkap ikan di sungai tersebut. Saat itu korban berangkat ke lokasi kejadian bersama 5 temannya,” tuturnya.

Beber Wawan, korban terjatuh ke sungai itu diduga terpeleset saat hendak memasang jaring ikan berdasarkan pengakuan rekan-rekannya. Apalagi, korban saat itu dalam posisi sedang memasang jaring di lokasi tebing bercadas.

“Salah seorang rekan korban sempat mendengar suara seperti ada sesuatu yang jatuh ke sungai,” bebernya

Jelas dia, berkat kerja keras seluruh tim evakuasi gabungan pukul 23.00 WIB jenazah korban bisa dievakuasi dari dalam sungai.

“Tadi jam 23.00 WIB jenazah bisa diangkat. Dan kami atasnama pemerintah sudah menyerahkan jasad korban kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemulasaran,” jelasnya.

Tukas dia, pihak keluarga menerima atas musibah ini dan berdasarkan permintaan pihak keluarga tak dilakukan otopsi serta telah dibuat surat pernyataan bahwa yang dialami korban adalah benar-benar musibah alamiah.

“Tadi juga sudah dilakukan pemeriksaan jasad korban oleh tim kepolisian, BPBD dan Basarnas ini memang murni kecelakaan,” tukasnya.

Pungkas Wawan, korban kesehariannya adalah buruh bangunan. Kebetulan, kata dia, hari ini adalah hari terakhir untuk menghabiskan waktu kumpul dengan temannya karena besok (Jumat, 25/09) dia hendak berangkat kerja ke Kuningan.

(rezza rizaldi)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.