Buruh & Mahasiswa Kota Tasik Unjuk Rasa Tolak Omnibus Law & Galian C

147
0
TERIMA MASSA AKSI. Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim SH menerima massa aksi yang menolak UU Cipta Kerja dan Galian C di Bungursari, Selasa (10/11) RANGGA JATNIKA / RADAR TASIKMALAYA

INDIHIANG – Aksi penolakan terhadap UU Cipta Kerja atau Omnibus Law masih bermunculan di berbagai daerah. Aksi serupa terjadi di Kota Tasikmalaya yang dilakukan oleh kelompok aktivis dan buruh, Selasa (10/11).

Siang kemarin, sekelompok massa gabungan mahasiswa, buruh dan warga melakukan aksi ke Sekretariat DPRD Kota Tasikmalaya. Mereka memakai atribut Serikat Buruh Migas Tasikmalaya (SBMT) dan Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI).

Beberapa perwakilan massa melakukan orasi terkait penolakan UU Cipta Kerja. Mereka pun mempertanyakan langkah DPRD atas penolakan pada aksi yang dilakukan sebelumnya.

“Momentum hari pahlawan seharusnya para penguasa lebih memperjuangkan kesejahteraan rakyat,” ujar salah satu orator.
Beberapa orator juga menyinggung soal galian C di wilayah Bungursari. Mereka ingin aktivitasnya ditutup secara permanen oleh pemerintah.

Massa aksi diterima langsung Ketua DPRD Kota Tasikmalaya H Aslim SH yang didampingi Ketua Komisi I H Ajat Sudrajat, Sekretaris Komisi IV Gilman Mawardi dan anggotanya Enan Suherlan.

Baca juga : Cara Nakes di Kota Tasik, Rayakan Hari Pahlawan Sambil Kampanye 3M

Loading...

Aslim menyampaikan bahwa DPRD menampung apa yang menjadi aspirasi dari masyarakat. Penolakan terkait Omnibus Law pun sudah disampaikan kepada pemerintah pusat dan urusan pengesahan bukan kewenangannya. “Kita sudah sampaikan ke pemerintah pusat, ada berita acaranya,” terangnya.

Terkait tambang di wilayah Bungursari pun, kata Aslim, sudah dia sampaikan ke Pemerintah Kota Tasikmalaya. Meskipun baru sebatas komunikasi verbal, bukan secara resmi. “Tapi kita sudah sampaikan ke eksekutif,” tuturnya.

Beberapa orator menolak untuk diwawancara tanpa alasan yang jelas. Disinggung soal koordinator aksi pun, mereka menyebut bahwa aksi tersebut tidak ada yang bertanggung jawab. “Ini rakyat saja, tidak ada koordinatornya,” ujar salah seorang demonstran.

Ada pun salah seorang massa aksi yang memberikan pernyataan yakni Igo Zulfikar (28), warga Aboh. Dia lebih menyoroti aktivitas tambah yang sempat terjadi beberapa waktu lalu. “Sekarang sedang tidak beroperasi, tapi alat berat sudah masuk lagi,” ujarnya. (rga)

Loading...
loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.