Menabung Delapan Tahun, Makan Seadanya

Buruh Serabutan Naik Haji

171
0
MENYIAPKAN. Saepudin dan Hani, warga Desa Linggaraja Kecamatan Sukaraja menyiapkan pakaian untuk berangkat ibadah haji pada 19 Juli, Jumat (5/7). DIKI SETIAWAN / RADAR TASIKMALAYA

SUKARAJA – Berangkatnya seseorang ke tanah suci bukan diukur dari finansial atau kemampuan membayar biaya haji. Namun, dari niat yang tulus untuk menjalankan ibadah haji. Seperti yang dilakukan pasangan suami istri, Saepudin (56) dan Hani (70) warga Kampung Lengkong Desa Linggaraja Kecamatan Sukaraja.

Dari sisi finansial, Saepudin dan Hani mungkin bisa disebut belum mampu untuk melaksanakan ibadah haji dengan biaya yang cukup besar. Karena, keseharian pasangan suami istri ini hanya menjadi buruh serabutan atau pembersih kebun dengan bayaran Rp 40.000-50.000 per hari.

Namun, dengan ketekunan dan niat yang kuat untuk berangkat ke tanah suci. Saepudin dan Hana menabungkan penghasilannya selama delapan tahun untuk mewujudkan mimpinya menunaikan ibadah haji. “Saya menabung untuk ibadah haji di Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) Al-Amin Riyaddul Jannah Cipasung, Desa Cipakat Kecamatan Singaparna,” ujar Saepduin kepada wartawan, Jumat (5/7).

Dia mengatakan, awalnya tidak menyangka bisa mewujudkan impiannya pergi haji bersama istrinya. “Saya punya niat kuat ingin menunaikan ibadah haji bersama istri. Dengan berikhtiar menabung dari bayaran menjadi tukang bersih-bersih di kebun orang,” katanya.

Dia mengaku sehari-harinya menjadi tukang kebun dari pukul 07.00 sampai 16.00. Dia membersihkan kebun milik orang lain dan mendapatkan bayaran per hari. “Sehari paling dibayar Rp 40.000-50.000. Istri saya dikasih Rp 30.000. Penghasilan itu saya tabung, kalau untuk makan seadanya saja. Kadang makan dengan nasi dan daun singkong ditambah sambal pun sudah enak dan bersyukur,” ujarnya.

Dengan niat yang kuat, dia memberanikan diri bertanya ke pengelola KBIH Riyaddul Jannah di Singaparna, bagaimana cara menabung untuk biaya naik haji. “Alhamdulillah, di KBIH ada orang yang baik menawarkan untuk menabung biaya haji. Sekarang ada bantuan dari KBIH sebesar Rp 5.300.000, sehingga tahun ini bisa berangkat,” ujarnya, menjelaskan.

Staf KBIH Al-Amin Riyaddul Jannah Bagian Pendaftaran Haji Feri Rahman mengatakan, KBIH melihat sosok Saepudin dan Hani adalah sosok yang gigih bekerja dan menabung demi ingin ke tanah suci. “KBIH memberikan keringanan dengan membantu sedikit untuk biaya pendaftaran dan pelunasan di akhir. Sehingga Saepudin dan Hani bisa pergi haji tahun ini di kloter 43 pada 19 Juli nanti,” kata dia.

Menurut Feri, Saepudin dan Hani menabung atau menyimpan uang di KBIH sebulan sekali. Kadang dalam sebulan simpan uang Rp 400.000-500.000. “Jadi bagus, terus dituntut, dicicil menabung uang untuk daftar haji. Tahun ini dari KBIH kita berangkatkan 172 jemaah termasuk Saepudin dan Hani,” ujarnya, menambahkan.

Tokoh agama di Kampung Lengkong, Linggaraja Toharudin (42) mengatakan, Saepudin dan Hani adalah warga rajin bekerja dan tidak banyak mengeluh, termasuk mempunyai niat kuat untuk melaksanakan ibadah haji.

“Orangnya punya semangat kerja yang bagus walaupun bayarannya kecil, saya juga pernah menyuruh membersihkan kebun saya, saya bayar Rp 30 ribu. Mudah-mudahan haji yang akan dijalaninya mabrur,” katanya.(dik)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.