Bus Peziarah dari Sumedang Masuk Jurang di Pamijahan Tasik

971
0
radartasikmalaya.com
Bus Sari Arum yang membawa peziarah dari Sumedang terperosok di Lebakceuri Kampung/Desa Pamijahan Kecamatan Bantarkalong, Selasa (10/11). foto: istimewa

BANTARKALONG – Kecelakaan tunggal yang melibatkan satu kendaraan angkutan umum Bus, terjadi di tikungan Jalan Raya Pamijahan, Kahupaten Tasikmalaya.

Tepatnya di Lebakceuri Kampung/Desa Pamijahan Kecamatan Bantarkalong, Selasa (10/11) pagi pukul 05.30.

Bus Sari Arum dengan nomor polisi (Nopol) D 7669 AL yang dikemudikan Pebri Susanto, mengangkut 64 orang penumpang.

Mereka adalah peziarah yang berasal dari jamaah pengajian Masjid At-Tohirin, di Dusun Sukahurip Desa Cijeruk Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.

Bersama awak bus di dalamnya, bus tersebut terperosok ke tebing jalan sepulang berziarah dari Pamijahan.

Kasat Lantas Polres Tasikmalaya, IPTU E Kosasih mengatakan, kejadian kecelakaan lalu lintas tunggal tersebut dialami oleh bus yang membawa rombongan peziarah wisata religi Pamijahan.

“Bus yang dikemudikan oleh saudara Pebri Susanto tersebut tidak bisa dikendalikan saat melewati tikungan di Lebakceuri tepatnya di Jalan Raya Pamijahan sehingga masuk terperosok ke tebing pinggir jalan,” terang Kosasih, kepada Radar.

Kecelakaan tunggal yang dialami Bus tersebut, terang dia, mengakibatkan 10 orang penumpang mengalami luka patah tulang dan terkilir di bagian tangan dan kakinya.

Tidak ada korban jiwa dalam lama tunggal tersebut. Namun ada tiga orang yang mengalami luka berat akibat benturan.

“Ketiga orang penumpang tersebut bersama 10 orang lainnya dibawa oleh Ambulance Puskesmas Bantarkalong untuk mendapatkan perawatan medis di Puskesmas,” ungkap dia.

Dia menambahkan, untuk penyebab kecelakaan masih dalam penyelidikan dan pendalaman.

“Pengemudi kita mintai keterangan termasuk saksi-saksi di TKP. Untuk data si pengemudi sendiri berasal dari Kecamatan Indihiang Kota Tasikmalaya. Sementara rombongan para peziarah berasal dari Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang,” tambah dia.

(diki setiawan)

loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.